Mitrapost.com – Keracunan massal menimpa siswa dan guru di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Tercatat ada ratusan siswa dan guru yang menjadi korban. Keracunan terjadi usai siswa dan guru menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi menilai kasus keracunan seharusnya dapat diantisipasi jika pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan saling berkoordinasi dengan baik.
“Kita harapkan (kejadian ini) tidak boleh terjadi. Kenapa? Seandainya dapur MBG itu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak lainnya, insiden ini bisa diantisipasi,” ujarnya.
Setidaknya, ada 237 siswa dan guru yang dilaporkan mengalami gejala keracunan untuk sementara ini. Angka itu berasal dari data Puskesmas Palupuh dan 13 Puskesmas Pembantu (Pustu) di sekitarnya.
Gubernur Sumbar juga telah meminta agar operasional dapur penyedia MBG dihentikan dan ditutup sementara untuk menghindari bertambahnya korban.
“Untuk sekarang ini harus ditutup, dihentikan. Diamankan dulu, kemudian diperiksa segala sesuatunya untuk memastikan di mana masalahnya, baru nanti ditindaklanjuti. Ini jadi pembelajaran bagi dapur-dapur lainnya,” ujarnya.
Data penanganan di lapangan saat ini masih dikumpulkan. Ia berharap keracunan makanan yang terjadi tak menyebabkan dampak serius bagi kesehatan korban.
“Nanti akan kita lihat bagaimana perkembanngan informasinya,” ujarnya.
Meski data yang dilaporkan ada 237 siswa dan guru yang terdampak. Ada potensi jumlah korban masih bertambah. Sebab sejumlah warga dan siswa juga merasakan gejala yang sama namun memilih melakukan pengobatan mandiri.
Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan dan kepolisian masih menyelidiki dan menguji sampel makanan dari dapur penyedia MBG untuk mengetahui penyebabnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






