Ratusan Orang Ditangkap, 49 Pelaku Jadi Tersangka Dugaan Perusakan CCTV saat Kerusuhan 27 Agustus

Mitrapost.com – Ratusan orang ditangkap atas dugaan perusakan CCTV saat aksi kerusuhan 27 Agustus 2026 di Jakarta. Dari 322 orang, 49 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan lima di antaranya masih di bawah umur.

Saat ini, kasus ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, perkembangan terbaru, tiga orang diamankan pada Selasa (1/9/2026) malam yang lalu.

“Pengembangan terbaru, tiga orang kembali diamankan Ditreskrimum mulai dari tadi malam dan pagi hari ini,” kata Budi, Rabu (2/9/2026), dikutip Detik.

“Berdasarkan pendalaman ketiganya, ketiga orang yang baru diamankan memiliki peran di dalam perusakan terjadi di depan gedung MPR/DPR RI,” jelasnya lagi.

Menurut pemeriksaan, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyebutkan aksi perusakan CCTV tersebut dilakukan untuk menghindari gerak-gerik pelaku tertangkap kamera pengawas, sehingga menghambat penyidikan.

“Hasil pendalaman sementara, mereka memahami dan mengetahui bahwa jalanan di Jakarta atau tempat-tempat di Jakarta cukup banyak CCTV atau kamera pemantau sehingga mereka berupaya untuk menghambat proses pengungkapan dalam proses penyidikan,” kata

Selain merusak fasilitas umum tersebut, para pelaku juga membuang rekaman kamera tersebut. Iman mengatakan, kelompok pengrusak CCTV bukan berasal dari massa demonstrasi, melainkan provokator untuk memicu kerusuhan.

“Karena kegiatan unjuk rasa (di depan gedung DPR/MPR RI), penyampaian pendapat di muka umum sudah selesai dilakukan,” lanjut dia.

Kerusuhan pasca demo di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus kemarin juga menjadi sorotan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ikut. Dia menegaskan perusakan fasilitas umum, termasuk CCTV, merupakan tindakan yang merugikan publik.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Polda Metro Jaya dan OPD di DKI Jakarta untuk mempelajari kejadian tersebut, kemudian menangkap orang-orang yang bertanggung jawab di baliknya.

“Untuk perusakan CCTV tentunya saya akan meminta kepada Kepala Dinas Diskominfotik (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik) untuk mempelajari siapa yang melakukan itu dan tujuannya apa,” lanjut dia. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati