Pati, Mitrapost.com – Puluhan warga Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, mengadu ke Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) Pati, Senin (19/10/2026).
Aduan itu disampaikan gegara puluhan warga Desa Baturejo gagal menarik tabungan puluhan juta rupiah di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Arrahmah, Desa Kedungwinong.
Salah seorang korban, Eve Nuriyah warga Desa Baturejo RT 4 RW 2 mengatakan bahwa pihkanya sejak tahun 2015 menabung di KSP Arrahmah. Setelah tabungan terkumpul puluhan juta, pihaknya malah mendapati permasalahan pada KSP Arrahmah tersebut.
“Saya itu tidak tahu kalau ada kejadian seperti ini. Terus saya mau mengambil uang untuk biaya pendidikan anak saya, sama uang masjid saya titipkan, tapi tidak keluar,” ujar Event ditemui di Kantor Dinkop UMKM Pati, Senin siang.
Pihaknya sudah datang lima kali ke kantor KSP Arrahmah tersebut, namun tidak ada jawaban pasti. KSP Arrahmah, kata dia, hanya mengulur waktu pembayaran dari bulan Agustus hingga September.
Hingga saat ini, tambah dia, uang tabungan tersebut belum juga dibayarkan. Padahal uang tersebut sangat dibutuhkan.
“Padahal uang itu saya sangat membutuhkan terus saya datang lagi sampai lima kali datang ke rumah Pak Garyo tidak ada hasilnya,” jelas dia.
“Terus saya bersama dengan teman-teman melaporkan Pak Garyo ke Dinas Koperasi. Saya berharap uang itu kembali dengan sepenuhnya secara baik-baik karena uang itu dikumpulkan dengan jerih payah,” lanjutnya.
Ia menyebut uang yang ditabungkan di KSP Arrahmah itu mencapai Rp21 juta, meliputi tabungan anak Rp6 juta, kas masjid Rp5 juta, keponakan Rp6 juta dan yang kakak sebesar Rp3 juta.
“Kurang lebih satu keluarga saya itu ada Rp21 juta. Sama uang masjid juga,” katanya.
Sementara itu, korban lainnya, Yuni menyampaikan bahwa pihaknya juga mendapati uang tabungannya belum bisa diambil di KSP Arrahmah. Terlebih, tabungannya mencapai Rp45 juta.
Yuni menabung ke KSP Arrahmah sudah tiga tahun ini. Namun, KSP Arrahmah malah bermasalah. Menurutnya, kendala pengambilan uang itu terjadi sejak tiga sampai empat bulan ini.
“Ada kendala ini kurang lebih tiga sampai empat bulan. Kerugian mau ambil uang itu sulit hanya janji-janji ada janji yang dilempar sama nasabah ada yang lempar sama karyawan saling melempar intinya,” ujar Yuni.
Selain dirinya, 38 warga Desa Baturejo lainya juga menjadi korban KSP Arrahmah. Menurutnya, warga Desa Baturejo ada yang menabung Rp10 hingga Rp65 juta hingga kini belum bisa diambil.
“Saya sendiri Rp45 juta. Teman-teman juga banyak ada yang Rp20 juta ada yang Rp10 juta ada yang Rp65 juta,” jelasnya.
Menurutnya untuk saat ini kantor KSP Arrahmah itu sudah tutup satu sampai dua bulan yang lalu. Pihaknya berharap uang tabungannya Rp45 juta itu dapat dikembalikan. Apalagi tabungan itu akan digunakan untuk membangun rumah.
“Harapannya semoga segera diselesaikan dengan baik, uang kita kembali, soalnya kita kerja dari pagi sampai malam lelah,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






