Ribuan Orang Tolak Pengeboran di Gunung Ungaran dengan Tanda Tangani Petisi

Mitrapost.com – Ribuan orang terpantau telah menandatangi petisi di Change.org yang berisi penolakan rencana pengeboran panas bumi atau proyek geothermal di Gunung Ungaran, Jawa Tengah.

Petisi tersebut menyuarakan kekhawatiran akan dampak negatif dari proyek tersebut terhadap sumber air, kelestarian lingkungan, hingga kawasan sejarah dan budaya yang berada di sekitar Gunung Ungaran.

Dalam petisi berjudul “Hentikan proyek panas bumi di Gunung Ungaran” yang dibuat oleh Bayu Utomo, persoalan yang disorot yaitu nilai sejarah dan budaya yang ada di Gunung Ungaran seperti Gedung Songo yang bisa terancam karena proyek geothermal tersebut.

Sebagaimana diketahui, kawasan tersebut selama ini juga menjadi tujuan wisata. Petisi tersebut juga menyoroti rencana pembangunan pembangkit berkapasitas 55 megawatt.

Mempertimbangkan keberedaan situs purbakala di sana dan ancaman lingkungan yang bisa ditimbulkan, pembuat petisi pun meminta pemilihan lokasi proyek agar dikaji ulang.

“Gunung ini adalah rumah bagi Candi Gedong Songo, kompleks candi Hindu tertua yang berdiri megah di lerengnya. Candi Gedong Songo tidak hanya menarik turis lokal dan mancanegara karena keindahan dan keromantisannya, namun juga karena posisinya yang erat dengan tradisi dan sejarah Jawa Tengah. Kehadiran atau pembangunan proyek panas bumi di lokasi ini mengancam kelestarian dan keutuhan candi-candi tersebut,” bunyi petisi tersebut.

Hingga Kamis (3/9/2026) pukul 12.00 WIB, petisi tersebut telah mendapat 8.119 tanda tangan.

Sebagai informasi, proyek geothermal di Gunung Ungaran diketahui masih di tahap eksplorasi dan studi kelayakan.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyebut bahwa proyek tersebut akan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan teknis, keselamatan, lingkungan, hingga keberadaan kawasan cadar budaya seperti Gedung Songo.

“Pengembangan proyek saat ini masih berada pada tahap eksplorasi dan studi kelayakan,” ujarnya dilansir dari Kompas

“Masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, dan setiap tahapan harus didasarkan pada data, kajian teknis, aspek lingkungan, perizinan, serta pertimbangan sosial masyarakat. Eksplorasi dilakukan untuk memastikan potensi panas bumi sekaligus menilai kelayakan pengembangannya,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati