Mitrapost.com – Memasuki perdagangan Senin (7/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak sideways hingga korektif. Sehingga strategi buy on weakness dan disiplin terhadap level support menjadi penting.
Berikut ini 5 saham berpotensi bergerak signifikan pada Senin (7/9/2026) besok.
- SSMS — Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Saham ini menjadi salah satu top pick karena ada momentum harga dan fundamental yang kuat. Potensi pergerakan harga saham ini di kisaran Rp1.260 — Rp1.300 atau naik 6% sampai 12%.
Perhatian pasar terhadap saham perkebunan saat ini meningkat. Pendapatan dan laba SSMS juga tumbuh. Harga CPO masih menjadi katalis, ditambah momentum harga positif dan kinerja operasional membaik.
Namun ada risiko harga CPO dapat berbalik turun, utang meningkat, profit taking setelah kenaikan, dan sensitif terhadap kebijakan ekspor dan biodiesel.
- ELSA — Elnusa Tbk
Harga saham ini berpotensi naik 6% sampai 12% di kisaran Rp770 — Rp820. ELSA merupakan salah satu saham yang secara langsung direkomendasikan MNC Sekuritas untuk perdagangan Senin.
ELSA bergerak di sektor jasa energi dan penunjang industri migas. Didukung rekomendasi Buy on Weakness MNC, proyek seismik baru, prospek aktivitas eksplorasi migas, harga masih berada di atas MA50/MA200.
Namun ada risiko sensitif terhadap harga minyak, ketergantungan terhadap belanja migas, volatilitas saham energi, dan profit taking jika gagal menembus resistance.
- AMRT — Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Saham ini menjadi salah satu dari empat saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Senin. Potensi kenaikan saham ini mencapai Rp1.360 — Rp1.400 atau 4% sampai 8%.
AMRT memiliki bisnis ritel yang relatif defensif melalui jaringan Alfamart dan ekosistem ritelnya. Karakter defensif bisnis kebutuhan sehari-hari membuat AMRT menarik ketika IHSG sedang berpotensi konsolidasi.
Didukung bisnis consumer staples relatif defensif, laba semester I tetap tumbuh, momentum teknikal cukup baik, dan target MNC di atas harga acuan.
Namun ada risiko daya beli masyarakat, persaingan ritel, margin usaha, profit taking setelah rebound.
- INDY — Indika Energy Tbk
Saham ini menarik karena sektor energi masih menjadi salah satu sektor yang relatif bertahan saat IHSG mengalami profit taking.
Saham ini juga telah beberapa kali masuk radar trading analis sepanjang awal September. Saham ini berpotensi naik 4% sampai 9% di kisaran Rp2.900 — Rp3.000.
INDY memiliki diversifikasi bisnis di sektor energi, pertambangan dan bisnis terkait. Eksposur terhadap batu bara masih memberikan sensitivitas positif ketika harga komoditas energi menguat.
Didukung diversifikasi bisnis, momentum sektor energi masih relatif kuat, dan aktivitas korporasi dapat meningkatkan perhatian pasar.
Namun ada risiko harga batu bara berfluktuasi, risiko transisi energi, volatilitas komoditas, potensi tekanan dari aksi korporasi.
- BMRI — Bank Mandiri
Saham ini memiliki fundamental yang kuat. Laba dan kredit tumbuh, NPL membaik, likuiditas tinggi, dan sering menjadi sasaran transaksi investor asing.
Potensi kenaikan saham ini mencapai 3% sampai 7% di kisaran Rp4.600 — Rp4.700. Namun ada risiko NIM turun, profit taking setelah kenaikan, sentimen suku bunga, dan risiko perlambatan ekonomi. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com



