Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,01% atau naik 66,76 poin ke level 6.686,44 pada perdagangan Selasa, 8 September 2026. Pergerakan positif ini ditopang oleh sentimen domestik seperti data cadangan devisa serta aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing.
Untuk perdagangan Kamis, 10 September 2026, IHSG diperkirakan masih positif tetapi mulai rawan konsolidasi, sehingga ruang kenaikan tetap ada. Oleh karena itu, fokus sebaiknya diberikan kepada saham yang memiliki kombinasi momentum, likuiditas, dan katalis sektoral.
AMMN — PT Amman Mineral Internasional Tbk
Pada 8 September 2026, AMMN menjadi salah satu penggerak utama penguatan saham berkapitalisasi besar, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.670.
AMMN melonjak 5,90% ke Rp4.670, sekaligus menjadi salah satu penggerak utama penguatan saham berkapitalisasi besar.
Selain itu, tema tembaga dan emas masih memberikan dukungan terhadap sektor mineral. Karena AMMN sudah naik cukup besar dalam sehari, maka kenaikan diprediksi berada dalam rentang dengan kisaran Rp4.800–Rp4.950.
MDKA — PT Merdeka Copper Gold Tbk
Saham momentum komoditas seperti MDKA diprediksi berada dalam potensi pergerakan yang lebih besar daripada saham perbankan. Pada Selasa, MDKA menjadi salah satu pendorong utama kenaikan IHSG, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.120.
Penguatannya sejalan dengan penguatan sektor barang baku yang menjadi sektor terkuat pada hari tersebut. Karena kenaikannya sudah besar, risiko profit taking jelas lebih tinggi. Oleh sebab itu, MDKA diprediksi berada dalam pergerakan dengan kisaran Rp3.220–Rp3.350.
BBRI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Diketahui, BBRI termasuk tiga saham dengan foreign buy terbesar pada sesi I, sekitar Rp74,54 miliar. Ini memberikan sinyal yang lebih konstruktif dibanding sekadar kenaikan harga, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.410.
Setelah sektor keuangan sebelumnya menjadi salah satu sumber tekanan IHSG pada 7 September, kembalinya minat terhadap big bank dapat membantu menjaga penguatan indeks tetap memiliki fondasi, khususnya pada BBRI dengan kisaran Rp3.450–Rp3.530.
PTBA — PT Bukit Asam Tbk
Diketahui, saham PTBA menarik karena momentum energi sudah terbentuk sebelum IHSG menguat pada 8 September. Adanya rotasi dana ke sektor batu bara yang relatif independen dari tekanan big banks untuk saham PTBA terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.010.
Dengan demikian, saham PTBA diprediksi bisa menjadi pilihan yang lebih seimbang antara momentum dan fundamental sektor energi, dengan kisaran Rp3.080–Rp3.150.
TLKM — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk
Pada 8 September saham TLKM mengalami kenaikan 1,53% hingga mengikuti penguatan mayoritas saham besar, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.650.
Karakter TLKM diketahui lebih cocok untuk menjaga keseimbangan portofolio ketika IHSG mulai mendekati resistance psikologis 6.700.
Jika pasar tetap positif tetapi investor mulai mengurangi posisi pada saham komoditas yang sudah naik terlalu cepat, saham infrastruktur/telekomunikasi dengan likuiditas besar berpotensi menjadi alternatif rotasi, dengan kisaran Rp2.700–Rp2.780. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






