Dua Oknum TNI AD Diduga Aniaya Warga di NTT, Kini Jalani Pemeriksaan

Mitrapost.comDua oknum TNI AD yang diduga melakukan penganiayaan kepada seorang warga bernama Syarif kini menjalani pemeriksaan di Markas Kodim 1630 Manggarai Barat.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komandan Kodim 1630 Manggarai Barat, Letkol Infantri Budiman Manurung mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan hingga Rabu (9/9/2026) petang. Saksi juga dihadirkan.

“Kita hadirkan saksi juga. Termasuk saksi dari pihak korban juga kita panggil,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Hasil keterangan kedua pihak yang terlibat akan menjadi dasar apakah kasus berlanjut ke Polisi Militer (POM) atau tidak.

Dua oknum TNI AD dan korban penganiayaan diketahui masih merupakan saudara kandung. Mereka bahkan bertetangga rumah.

“Antara korban dengan kedua anggota TNI itu masih punya hubungan keluarga. Rumah mereka bahkan bersebelahan,” ujarnya.

Pada tubuh korban, tak terlihat luka terbuka. Namun korban mengeluhkan pipi dan dadanya sakit.

“Tadi jam 11.30 sudah keluar,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan adik korban, Safrudin (41), kasus penganiayaan terjadi pada Selasa (8/9/2026) siang.

“Dia baru pulang mancing dan minta istrinya masak nasi dan ikan. Dia kemudian duduk istirahat,” ujarnya.

Namun tiba-tiba datang sekelompok warga dan oknum TNI yang masuk lahan dan merusak pagar serta tanaman korban.

Korban pun merekam aksi itu, namun ketahuan. Sehingga dua oknum TNI tersebut bersama beberapa warga menganiaya korban.

“Dua oknum TNI itu pukul pakai tangan. Sementara yang lain pakai kayu. Ada oknum TNI yang bawa sangkur,” ujarnya.

“Saat itu korban hanya bersama istrinya dan anak kecil umur 9 tahun. Mereka sampai menangis,” lanjutnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati