Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 11 September 2026, langsung dibuka melemah 36,55 poin atau 0,55% ke level 6.552,79, dipicu oleh pelemahan bursa regional Asia-Pasifik dan Wall Street.
Meski traffic ditandai dengan zona merah, aktivitas pembelian saham (trading) bagi pelaku yang ingin bertransaksi tetap dapat dijalankan sebagaimana mestinya, sekalipun menggunakan metode scalping atau jangka pendek.
Justru, metode ini dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melakukan transaksi di tengah kondisi tersebut, karena tingginya volatilitas ketika pasar menurun justru dapat dijadikan sebagai peluang profit asalkan dilakukan dengan cara disiplin dan penuh strategi tepat.
Salah satu strategi yang bisa digunakan oleh pelaku (trader ) adalah memperhatikan buying average saham, yaitu cara pembelian saham yang sama selama beberapa kali pada harga yang berbeda, lalu menghitung rata-rata pembeliannya (average price).
Strategi ini digunakan dengan tujuan sebagai berikut;
- Menurunkan harga rata-rata saat harga saham turun
- Mengelola risiko saat pembelian saham
- Mengoptimalkan posisi saat yakin dengan prospek sahamnya
Sementara itu, berikut kami berikan 5 saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang cocok untuk scalping!
DSSA — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
Diketahui, saham DSSA memiliki likuiditas dan volatilitas tinggi sehingga range intraday cukup menarik. Selain itu, bisnisnya juga terdiversifikasi ke pertambangan, energi terbarukan, infrastruktur digital/data center, teknologi, dan kimia.
Dalam kondisi IHSG merah, DSSA menarik terutama jika tekanan jual awal terserap dan muncul rebound dengan volume.
BBCA — PT Bank Central Asia Tbk
Diketahui, BBCA cocok sebagai anchor scalping karena likuiditasnya sangat tinggi dan biasanya memiliki spread serta eksekusi yang lebih nyaman dibanding saham yang lebih spekulatif.
Saham BBCA juga sebelumnya menjadi salah satu saham yang mendapat akumulasi asing cukup besar; data periode sebelumnya mencatat net buy asing sekitar Rp380,8 miliar.
BBRI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Likuiditas BBRI sangat besar dan sebelumnya termasuk saham yang memperoleh net buy asing sekitar Rp306,6 miliar. Karena IHSG sedang merah, BBRI justru menarik jika relatif lebih kuat daripada indeks—misalnya IHSG terus turun tetapi BBRI mampu membentuk higher low.
DEWA — PT Darma Henwa Tbk
Diketahui, saham DEWA cocok untuk scalping yang lebih agresif karena karakter pergerakannya bisa menghasilkan range intraday lebar. Sinyal terbaik hari ini adalah volume besar yang masuk dan breakout resistance intraday.
VKTR — PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk
Diketahui, VKTR merupakan perseroan yang bergerak di elektrifikasi kendaraan komersial dan pada semester I 2026 mencatat penjualan Rp647 miliar, naik 56% YoY, serta laba bersih Rp10 miliar, naik 25%. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






