Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 6.453 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (19/9/2026).
Sesi perdagangan hari ini berpotensi tetap volatil. Meski begitu, trader perlu lebih selektif dan menunggu konfirmasi momentum sebelum entry.
Berikut ini 5 saham yang dinilai potensial untuk scalping.
- BMRI — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Saham ini memiliki likuiditas yang tinggi, sehingga transaksi relatif ramai dan memudahkan trader keluar-masuk posisi dengan cepat.
Meski ada tekanan jual asing, namun kondisi ini membuat BMRI menarik dipantau untuk technical rebound, tetapi perlu konfirmasi pembalikan.
- CPIN — PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk
CPIN masuk saham yang aktif mendapat perhatian investor asing. Likuiditas yang relatif tinggi dan pergerakan sektor consumer atau agri-food membuat CPIN menarik untuk strategi momentum atau rebound ketika volume beli mulai meningkat.
Tetap perhatikan sentimen asing karena laporan Mirae mencatat CPIN mengalami net foreign outflow selama tiga bulan sebelumnya.
- PTRO — PT Petrosea Tbk
PTRO menarik untuk scalping karena karakter pergerakannya relatif agresif, terutama ketika mendapat katalis dari sektor pertambangan dan kontrak baru.
Fundamental operasional juga menunjukkan pertumbuhan, pendapatan naik. Pada kondisi IHSG melemah, PTRO dapat dipantau untuk momentum rebound, terutama jika volume transaksi meningkat.
- ESSA — PT ESSA Industries Indonesia Tbk
ESSA merupakan saham sektor kimia yang tercatat aktif di BEI dengan kode ESSA. Saham ini menarik dipantau untuk scalping karena historisnya dapat mengalami lonjakan volume dalam periode volatil. Data perusahaan menunjukkan beberapa sesi sebelumnya volume ESSA mencapai puluhan hingga ratusan juta saham.
Katalis fundamental juga tersedia: perusahaan melaporkan kinerja semester I 2026 yang solid dan menyelesaikan pemeliharaan terjadwal pabrik.
- TPIA — PT Chandra Asri Pacific Tbk
TPIA memiliki karakter pergerakan yang cukup dinamis sehingga menarik untuk momentum atau reversal scalping.
Ada katalis korporasi terbaru yaitu TPIA menggandeng BMRI untuk memperluas akses layanan perbankan bagi pelanggan dalam ekosistem petrokimia. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






