Mitrapost.com – Perdagangan pasar saham pada Jumat (18/9/2026) dibuka di zona hijau, di level 6.512,66 setelah mengalami kenaikan semalam. Kondisi saham per hari ini diperkirakan sideways-bullish, dan masih ada peluang scalping.
Ada beberapa katalis positif, ditandai dengan arus dana asing yang mulai membaik, serta kejelasan mengenai rencana setoran Rp120 triliun dari Danantara ke APBN juga jadi faktor yang dapat membantu persepsi investor terhadap kredibilitas fiskal.
Selain itu, Wall Street rebound terjadi setelah tekanan sebelumnya mereda. Selain itu, The Fed telah menaikkan suku bunga, sehingga perhatian pasar sekarang bergeser ke forward guidance dan berapa lama suku bunga akan dipertahankan tinggi.
5 Saham Potensial untuk Scalping Hari Ini
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Volume perdangan AMMN sangat besar, sehingga sangat likuid. Fundamental pada Q1 juga membaik tajam setelah sebelumnya sempat rugi pada 2025 di kuarter yang sama. Secara teknikal menunjukkan sinyal bearish, namun belum oversold tajam.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
TLKM memiliki likuiditas sangat tinggi, sehingga spread biasanya relatif kecil dan eksekusi scalping lebih mudah. Fundamentalnya juga cukup solid pada semester I 2026 dengan kenaikan laba bersih 1,4% dan arus kas operasi bahkan tumbuh 7%. TLKM menunjukkan sinyal bearish, namun kombinasi likuiditas tinggi dan harga oversold dianggap menarik untuk scalping.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
BBCA adalah salah satu saham dengan likuiditas terbesar di BEI, sehingga spread biasanya sangat efisien untuk scalping. Fundamentalnya tetap kuat dengan laba bersih naik 1,8% YoY, dan kredit naik 8%. Secara teknikal, harga cenderung netral, tetapi sinyal teknikal belum bullish kuat
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
BRIS menarik karena volume dan likuiditas cukup besar, sehingga relatif mudah digunakan untuk quick trade. Fundamental didukung kenaikan laba bersih 11,1% YoY, pembiayaan tumbuh 16%, serta dana pihak ketiga tumbuh 21,8%. Namun, teknikal cenderung tertekan karena tren jangka pendek masih bearish.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
INCO memiliki kombinasi likuiditas tinggi dan volatilitas cukup besar, sehingga cocok untuk scalping. Pendapatan naik 34,8%, EBITDA naik 139%, serta laba bersih naik 337,8%. Sinyal teknikal bearish, sehingga entry terbaik adalah setelah reversal. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com





