Mitrapost.com – Pasar saham Indonesia masih volatil dengan peluang rebound pada, Rabu (23/9/2026). Meski demikian, belum ada konfirmasi bullish kuat karena respon pasar masih sensitif terhadap Rapat Dewan Gubernur BI, tekanan rupiah, dan kebijakan likuiditas.
Sementara, jika keputusan dan pernyataan BI dianggap mendukung stabilitas rupiah sekaligus pertumbuhan, respons pasar dapat positif, terutama pada sektor perbankan, properti, consumer, dan konstruksi/infrastruktur.
Berikut kami rangkum lima saham listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperkirakan akan bullish esok hari!
Buana Lintas Lautan, Tbk – BULL
Likuiditas BULL masih tinggi dengan fundamental yang kuat. Pendapatan naik 84% YoY, EBITDA naik sekitar 191% YoY, serta Laba bersih melonjak 736,5% YoY. Secara teknikal, harga saham belum masuk overbought. Tren belum sepenuhnya bullish, sehingga harus konfirmasi volume saat breakout.
Medco Energi Internasional, Tbk – MEDC
Kinerja pada kuarter pertama tahun ini menunjukkan perbaikan yang signifikan. Likuiditas saham juga sangat baik untuk trading dengan nilai transaksi hariannya hingga puluhan miliar rupiah. Secara teknikal, kemungkinan fase rebound, belum sebagai bullish trend yang sudah terkonfirmasi penuh.
Trimegah Bangun Persada, Tbk – NCKL
NCKL termasuk saham yang tetap menguat saat IHSG mengalami tekanan. Perusahaan ini mempunyai eksposur langsung terhadap industri nikel dan High Pressure Acid Leaching (HPAL). Secara teknikal, ada konfigurasi rebound jangka pendek tetapi belum bullish penuh.
Sumber Alfaria Trijaya Tbk – AMRT
AMRT menarik karena termasuk saham yang bertahan relatif baik ketika indeks turun. Likuiditasnya cukup baik untuk investor/trader ritel. Kinerja saham ini belum memberikan konfirmasi bullish kuat, sehingga perlu menunggu breakout positif.
Perusahaan Gas Negara Tbk – PGAS
PGAS menjadi salah satu saham LQ45 yang paling kuat ketika IHSG turun, terlebih fundamentalnya kuat. Secara teknikal, tren kenaikan masih membutuhkan konfirmasi. Sedangkan, perubahan momentum belum menunjukkan perubahan besar sebagai percobaan rebound. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com






