Krisis Air Bersih di Pati Meluas, Anggaran BTT Belum Cair

Pati, Mitrapost.com – Krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, meluas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menetapkan status tanggap darurat bencana, namun anggaran yang disiapkan untuk menangani kondisi tersebut belum cair.

Sebelumnya, Pemkab Pati berkomitmen mempercepat penanganan krisis air bersih melalui Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Adapun besaran anggaran BTT yang dipersiapkan yaitu Rp250 juta.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, mengatakan bahwa anggaran BTT yang disiapkan hingga kini belum cair.

“Untuk BTT seperti yang kemarin sudah disampaikan oleh Pak Plt Bupati Pati, bahwa kurang lebih dari BTT itu Rp250 juta dikeluarkan untuk support kegiatan pemberian air bersih ini tetapi untuk BTT kita masih on proses,” ujar Martinus.

Meskipun anggaran itu belum cair, droping air bersih tetap dilakukan dengan mengandalkan bantuan dari Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya, Bank Jateng telah menyalurkan bantuan air bersih sekitar 100 truk tangki kepada masyarakat yang membutuhkan beberapa minggu lalu.

“Saat ini yang jumlahnya cukup besar kita laksanakan ada bantuan sekitar 100 tangki dari Bank Daerah Kabupaten Pati, kemudian ini baru on proses juga dari Bank Jateng Cabang Pati kita BPBD mendapatkan alokasi CSR sebesar Rp250 juta juga untuk kegiatan droping ini,” jelasnya.

Selain dari CSR perusahaan, droping air bersih juga berasal dari bantuan masyarakat yang peduli bencana kekeringan.

“Demikian juga bantuan dari kelompok masyarakat peduli kekeringan, seperti misalnya dari Persatuan Wredatama Republik Indonesia atau PWRI, itu kemarin membantu kita,” jelasnya.

“Kemudian dari Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia IPHI, kemudian dari kelompok-kelompok yang lain yang disalurkan tidak harus dengan BPBD tetapi ada juga yang bekerjasama dengan PMI,” tambahnya.

Pihaknya turut mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penanganan krisis air bersih ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air harian.

“Jadi support dari masyarakat itulah yang sangat membantu kita dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih di masyarakat yang tinggal di daerah-daerah kekeringan,” pungkasnya.

Menurut informasi terkini, BPBD Kabupaten Pati mencatat ada 48 desa di 11 kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Kondisi tersebut berdampak pada 7.425 kartu keluarga. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati