Pati, Mitrapost.com – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi tawuran antarkelompok viral di media sosial. Aksi itu terjadi di salah satu warung tepat Desa Pakis, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jumat (02/10/2026) malam.
Video itu diunggah oleh salah satu akun Facebook Yahya Satriawan. Dinarasikan pula bahwa kejadian serupa juga terjadi di daerah Kecamatan Margoyoso.
“Sebuah rekaman CCTV dari lokasi Warung Madura di kawasan Pakis, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, baru-baru ini beredar di media sosial. Rekaman tertanggal 2 Oktober 2026 pukul 22.46 WIB itu memperlihatkan situasi yang tidak biasa di lokasi kejadian,” tulis Yahya Satriawan dalam unggahan beberapa jam yang lalu.
“Selain lokasi pertama, disebutkan juga adanya lokasi kedua di Utara Polsek Margoyoso yang diduga terkait kejadian tersebut, namun sayangnya tidak ditemukan rekaman apapun disana,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, membenarkan adanya peristiwa tawuran oleh sekelompok pemuda di salah satu warung di Desa Pakis. Diduga pelaku, lanjutnya, merupakan warga Kecamatan Margoyoso.
“Njih mas (benar), sudah ditangani Polsek Margoyoso,” kata AKP Aris saat dikonfirmasi oleh Mitrapost.com.
Ia menjelaskan, aksi tawuran antarkelompok tersebut sebelumnya terjadi di wilayah Tayu. Namun, setelah terduga pelaku pulang ke rumah, tawuran kembali terjadi di wilayah Margoyoso.
Saat ini, salah satu terduga pelaku telah diamankan ke Polsek Margoyoso.
“Untuk lebih jelasnya mungkin bisa hubungi Polsek Margoyoso njih,” ujar dia.
Sementara itu, Kapolsek Margoyoso, AKP Daffid Paradhi, menegaskan bahwa peristiwa yang terekam video itu bukan ulah gangster.
“Mohon bantuan, kami sampaikan itu bukan gangster,” ujar AKP Daffid.
Aksi itu, lanjut dia, merupakan tawuran antarkelompok pemuda Ngemplak Kidul. Peristiwa bermula saat mereka pulang usai nonton organ tunggal di wilayah Margoyoso. Namun, para pemuda itu tidak langsung pulang ke rumah, melainkan beramai-ramai motoran ke wilayah Tayu.
Sesampainya di wilayah Tayu, kelompok dari Ngemplak Kidul bertemu dengan pemuda lainnya. Mereka memang sempat berselisih ketika hiburan organ tunggal berlangsung. Situasi memanas hingga terjadi tawuran di salah satu warung di wilayah Tayu.
“Diduga pelaku warga Ngemplak Kidul, mereka sepulang dari nonton organ tunggal beramai-ramai motoran sampai ke wilayah Tayu, dan bertemu dengan orang yang berselisih saat di orkes sehingga terjadi peristiwa di video tersebut,” jelasnya.
Setelahnya,, sekelompok pemuda Ngemplak Kidul itu pulang ke wilayah Margoyoso. Akan tetapi, sesampainya di Ngemplak Lor, mereka kembali berselisih dengan warga setempat. Akhirnya, salah satu pembonceng diamankan di Polsek Margoyoso untuk dimintai keterangan.
“Selanjutnya mereka pulang ke wilayah kami, sesampainya di ngemplak lor berselisih paham dengan warga dan salah satu pembonceng diamankan dan dimintai keterangan di polsek Margoyoso,” terangnya.
Pihaknya hingga kini masih mengumpulkan data dan melakukan komunikasi dengan Polsek Tayu terkait dengan kejadian tawuran tersebut.
“Kami masih mengumpulkan data dan komunikasi dengan polsek tayu,” ucapnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com




