Mitrapost.com – Tukang tambal ban di Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, kena tembak orang tak dikenal (OTK). Akibatnya, peluru mengenai pipi korban bernama Panji Suherman (23).
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu, korban tengah beristirahat. Namun tiba-tiba pria misterius mendatanginya.
Pria itu kemudian menodongkan senjata kepada korban dan menembaknya berkali-kali.
“Korban sendiri sedang beristirahat tiduran memainkan handphone, kemudian didatangi oleh terduga pelaku, yang kemudian terduga pelaku tersebut langsung menodongkan senjata jenis airsoft gun terhadap korban yang sedang dalam keadaan tiduran dan langsung menembakkan sebanyak lima kali,” ujarnya dilansir dari Detik.
Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Termasuk memasang garis polisi.
“Kemudian dari adanya peristiwa tersebut, dari piket Pamapta dan dari piket Reskrim beserta Inafis Polres Boyolali mendatangi TKP, kemudian melakukan olah TKP, kemudian memasang policeline, kemudian mengamankan barang bukti serta segera mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Korban mengaku ditembak sebanyak lima kali oleh pelaku.
“Ini (di dada), pipi, hidung, tangan sama kepala belakang,” ujarnya.
Ia ditembak saat sedang istirahat dalam kondisi sedang tiduran.
“(Saat itu) Saya lagi tiduran, sambil main HP di situ kan. Terus tiba-tiba dari samping itu ada yang datang diam-diam. Terus saya malik (menghadap) ke orangnya itu, sudah nodongi pistol,” ujarnya.
Hp korban juga sempat diambil dan diletakkan di dekatnya. Pelaku tanpa ampun menembaki korban yang berusaha bangun dari tidurnya.
“Saya mau duduk gitu, langsung ditembak,” jelasnya.
Lima kali tembakan itu mengenai pipi kiri, hidung, dada, tangan, dan kepala bagian belakang.
“Lima kali (Ditembak). (Pertama kena) Di pipi, ini sampai nyangkut di sini. Terus hidung, tangan, terus kepala belakang. Dada juga,” ujarnya.
Ia menyebut pelaku melakukan aksinya tanpa aba-aba ataupun bicara. Setelah melakukan penembakan, pelaku lantas mengendarai pergi dengan sepeda motornya.
“Nggak ada (peringatan apa pun). Nggak (bicara satu kata pun). Nembak udah, saya berdiri mungkin nggak melawan, dia (pelaku) ke depan (keluar dari kios tambal ban). Habis saya tahu sudah berdarah itu, ke depan juga, dia sudah lari (ke arah Solo),” ujarnya.
Korban mengaku tak mengira jika pelaku benar-benar akan menembaknya. Ia mengira itu hanyalah bercanda.
“Enggak (melawan). Tak (saya) kirain teman, itu bercanda atau gimana. Pas duduk malah beneran (ditembak),” ujarnya.
Saat beraksi, pelaku mengenakan masker, helm, dan mengendarai sepeda motor Aerox putih.
“Nggak tahu saya. (Wajahnya) Nggak kelihatan, tutupan semua. Pakai helm (half face), terus pakai masker, pakai motor Aerox putih,” ujarnya.
Korban yang merupakan tukang tambal ban mengaku tak memiliki masalah dengan siapapun.
“(Pelaku) Agak, nggak tinggi-tinggi banget, se saya lah,” paparnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com







