Mitrapost.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) sudah naik ke penyidikan. Aktivis bernama Hafidz Hernanda itu sebelumnya diserang oleh orang tak dikenal (OTK) saat berkendara motor.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Imron Ermawan menyebutkan, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi terkait kejadian tersebut, hingga mencari titik kamera pengawas (CCTV) untuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.
“Perkara sudah ditingkatkan dari lidik (penyelidikan) menjadi sidik (penyidikan),” kata dia, Selasa (13/10/2026), dikutip Detik.
Setidaknya, sudah ditemukan puluhan titik kamera pengawas di sekitar lokasi, kemudian dikumpulkan oleh tim Subdit Jatrantas Polda Metro Jaya untuk dianalisis. Adapun pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti.
“Sekitar kurang lebih ada 26 titik CCTV yang sudah didapatkan oleh rekan-rekan Subdit Jatanras. Dan tentunya CCTV yang lainnya masih dalam proses pengambilan gambar dan sebagainya oleh dari Subdit Jatanras,” jelasnya.
“Kemudian sejumlah barang bukti yang didapatkan seperti sarung tangan lateks warna putih, satu buah peci warna hitam, satu buah kacamata warna hitam-oranye, satu buah lakban warna hitam, dan satu buah kain sarung warna hitam-putih. Saat ini dibawa ke Puslabfor Mabes Polri untuk dilakukan analisa dan lidik lainnya,” lanjut dia lagi.
Diketahui, aksi kekerasan tersebut terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Minggu (4/10/2026) malam. Saat itu, Hafidz yang sedang berkendara ditendang hingga jatuh dari sepeda motor, kemudian dipukuli.
Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra meminta agar kasus tersebut dapat diselesaikan dengan cepat, dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal. Pasalnya, akibat aksi kekerasan tersebut, korban menderita sejumlah luka.
“Kita ada beberapa (yang dibawa), hasil pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan forensik yang sudah dilakukan oleh dokter-dokter di RS Tebet dan juga di RS UI,” kata dia. (*)

Redaksi Mitrapost.com






