Mitrapost.com – Provinsi Bali baru-baru ini dilanda kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga membuat warga harus berburu bensin dan membuat kendaraan mengular sepanjang 1 kilometer (km). Kondisi ini terjadi di Kota Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, hingga Bangli.
Atas kondisi tersebut, Gubernur Bali, I Wayan Koster, meminta kepada PT Pertamina untuk melakukan pembenahan terkait dengan pasokan BBM yang ada ke wilayahnya.
Dalam hal ini, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, pun menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa kapal tanker Pertamina tengah mengalami kendala saat melakukan bongkar muat hingga kesulitan memasang jangkar.
“Salah satu penyebab utama adalah salah satu kapal ketika kemarin pada saat untuk discharge kargo itu mengalami kesulitan di anchor, jangkarnya,” ujar Simon di Depo Pertamina Sanggaran, Denpasar, dikutip dari Detik, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut memakan waktu yang cukup lama lantaran operasi bongkar muat kapal tanker terpaksa molor hingga berjam-jam, yang seharusnya dijadwalkan pukul 06.30 Wita menjadi pukul 22.00 Wita.
Selain itu, faktor lainnya yang menjadi akibat BBM di Provinsi Bali menjadi langka adalah tingginya kebutuhan masyarakat, khususnya untuk BBM subsidi jenis Pertalite akibat perbedaan harga yang cukup jauh.
Meski demikian, Simon tidak menjadikan hal itu sebagai sebuah pembelaan atas adanya krisis BBM yang tengah dialami seluruh warga Provinsi Bali.
“Namun sekali lagi, kejadian ini tidak untuk mencari pembenaran bagi kami. Bagaimanapun juga yang terpenting adalah pelayanan bagi masyarakat,” ungkapnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com







