Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 8,01 persen ke level 5.393,92 pada awal perdagangan hari ini Jumat (16/10/2026).
Hal itu menyusul keputusan MSCI membuka konsultasi mengenai usulan penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Meski begitu, masih ada peluang bagi scalper dengan mengutamakan saham yang memiliki volume meningkat, spread tipis, dan breakout yang terkonfirmasi.
Akan lebih baik menghindari entry hanya karena harga sudah turun tajam. Namun gunakan stop loss dan batasi risiko setiap transaksi.
Berikut 5 saham yang potensial untuk scalping hari ini Jumat, 16 Oktober 2026.
- ADRO — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Saham ini bergerak di sektor energi. Saham ini dapat dipantau berdasarkan pada pergerakan harga batu bara dan sentimen komoditas.
Peluang scalping muncul ketika volume meningkat dan harga menembus resistance intraday. Namun ada risiko perubahan harga komoditas dan tekanan jual pasar dapat memicu pembalikan harga dengan cepat.
- TPIA — PT Chandra Asri Pacific Tbk
Saham ini memiliki aktivitas transaksi tinggi sehingga berpotensi menyediakan peluang momentum intraday.
Namun ada risiko saham ditutup turun. Selain itu, scalper juga perlu mewaspadai tekanan jual lanjutan.
- COIN — PT Indokripto Koin Semesta Tbk
Saham bertema ekosistem aset kripto yang dapat bergerak mengikuti perubahan sentimen pasar. Pada 14 Oktober, harga berada di Rp600 dengan rentang Rp600–Rp630 dan volume sekitar 6,41 juta saham.
Namun ada risiko harga saham ini turun. Scalper sebaiknya memperhatikan likuiditas dan spread bid-offer sebelum masuk.
- ESSA — PT ESSA Industries Indonesia Tbk
Perusahaan ini bergerak di bidang energi dan bahan kimia, termasuk amonia dan LPG. Pada 14 Oktober, saham ditutup di Rp580 dengan volume sekitar 22,02 juta saham.
Namun ada risiko harga tidak berubah pada hari tersebut, sehingga peluang scalping perlu menunggu peningkatan volume dan momentum yang lebih jelas.
- PTRO — PT Petrosea Tbk
Volume perdagangan 14 Oktober mencapai sekitar 44,58 juta saham, dengan rentang harga Rp4.010–Rp4.370.
Rentang intraday yang lebar dapat membuka peluang trading cepat jika muncul konfirmasi pembalikan arah.
Namun ada risiko saham ditutup di Rp4.120, turun 1,44%, sehingga tekanan jual masih perlu diperhitungkan. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com







