Miris! Jenazah Mantan Kades di Sigi Sulteng Diangkut Sepeda Motor Imbas Akses Jalan Terbatas

Mitrapost.com – Kondisi miris terjadi di Sulawesi Tengah, dimana jenazah mantan kepala desa bernama Benyamin Noa harus diangkut dengan sepeda motor imbas akses jalan yang terbatas di Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro, Kabupaten Sigi.

Jenazah dibawa dari Desa Watukilo, Kecamatan Kulawi Selatan ke kampung halamannya di Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro pada Selasa (13/10/2026).

Keluarga almarhum, Fadlon Abdoen mengatakan bahwa akses jalan belum memadai menjadi kendala utama mobil tak bisa melintas.

“Iya benar diangkut pakai motor. Diangkut dari Desa Watukilo, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, ke Desa Masewo, Kecamatan Pipikoro, kemarin sudah dikebumikan jam 2 siang karena menunggu anaknya pulang dari Singapura,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Benyamin meninggal dunia pada Selasa usai menjalani perawatan di Rumah Sakit BK Palu akibat penyakit diabetes yang dideritanya.

Jenazah dibawa ambulans dari Palu menuju rumah kerabatnya di Kecamatan Kulawi Selatan pada pukul 03.00 WITA. Namun perjalanan dengan ambulans hanya bisa ditempuh sampai Desa Masewo.

“Memang tidak bisa naik mobil, karena akses jalannya belum memadai untuk mobil. Jalurnya cuma bisa dilalui oleh sepeda motor,” ujarnya.

Keluarga kemudian meminta bantuan warga untuk membawa jenazah dengan sepeda motor. Ternyata kondisi ini bukan pertama kalinya terjadi.

Ia pun berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan jalan menuju Desa Masewo sehingga akses masyarakat tak terhambat.

“Harapan kami, sebagaimana yang pernah direncanakan oleh Pak Bupati sebelumnya mengenai pelebaran jalan, semoga bisa direalisasikan. Masyarakat sangat berharap jalan tersebut kelak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat untuk mempermudah transportasi warga,” ujarnya.

Dalam video viral yang beredar di media sosial, menunjukkan jenazah Benyamin yang terbungkus terpal diikat di jok belakang sepeda motor. Warga sebelumnya bahkan harus menggotong jenazah dengan jalan kaki.

“Tidak bisa menggunakan mobil, karena itu perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor dan jenazah sempat singgah di rumah adiknya,” ujarnya.

Kondisi jalan akan semakin sulit saat hujan turun, karena akses sempit dan licin. Warga bahkan harus menginap apabila tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan.

Sedangkan saat jenazah dibawa, kondisi jalan relatif kering. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati