Pati, Mitrapost.com – Warga Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kabupaten Pati, Kamis (22/10/2026). Mereka mengadukan mengenai listrik yang sering padam.
Kepala Desa Bageng, Zaenuri mengatakan bahwa pemadaman listrik berdampak pada warganya di RW 7, 8, dan 9, yang total berjumlah sekitar 1.000 orang. Gangguan tersebut terjadi selama kurang lebih hampir satu tahun terakhir.
“Kurang lebih ada seribu warga yang terdampak tiap malam. Itu sering padam. Tiap kita dihidupkan padam lagi itu sudah berjalan hampir kurang lebih satu tahun,” kata Zaenuri ditemui di halaman Kantor PLN Pati, Kamis siang.
Dia bilang, pemadaman listrik akhir-akhir ini sering terjadi di malam hari selama kurang lebih empat jam. Namun, pada Rabu (21/10/2026) kemarin, listrik padam lebih lama, yakni sejak malam hari hingga pagi hari setelahnya.
“Kurang lebihnya padam itu sampai 4 jam, tiap mulai Maghrib sampai jam 22.00 WIB, kurang lebih malam,” ujarnya.
“Tapi, tadi malam itu full mulai jam 6, habis Maghrib itu sampai jam 10 pagi baru ada penanganan. Maka dari itu, masyarakat itu mengeluh ke desa dan kita sampaikan, kita kawal, kita minta penjelasan dari PLN supaya ada kejelasan dan cepat ditangani,” tambahnya.
Dampaknya, aktivitas warga menjadi terganggu, salah satunya air tidak bisa mengalir.
“Tidak bisa masak, ibu-ibu tidak bisa nyuci, terus air PAM juga mati, namanya elektronik sekarang anak-anak banyak sekali yang pakai handphone, Wi-Fi juga mati,” terangnya.
Selain itu, pemadaman listrik yang sering terjadi juga berdampak pada perekonomian masyarakat setempat karena pekerjaan di lahan pertanian terhambat.
Manajer PLN Pati, Kahfi Fikar Akbar mengatakan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi dari Pemerintah Desa Bageng mengenai keluhan warga terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi.
“Hari ini, tadi sudah kami terima aspirasinya. Alhamdulillah penyampaiannya juga baik bersama-sama mencari solusi alternatif agar supaya permasalahan ini bisa segera tertangani kemudian untuk tindak lanjut,” ujar Kahfi.
Dia bilang, penyebab listrik sering padam di Desa Bageng lantaran trafo mengalami trip lantaran beban listrik overload.
“Penyebabnya adalah trafo, trafonya sudah trip. Karena trafonya sudah overload dan beban overload itu karena ada penambahan informasi dari kepala desa, ada Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Empat titik lokasi di sana,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, PLN Pati akan melakukan pengecekan di titik lokasi tersebut. Pengecekan dilakukan guna memetakan kebutuhan masyarakat dan menyiapkan material yang diperlukan.
“Hari ini kami InsyaAllah akan coba lakukan survei ke lokasi terkait kebutuhan-kebutuhan apa saja terkait material yang harus dipersiapkan adanya penambahan trafo disana, apakah terkait trafo, kabel dan lain-lainnya,” terangnya.
Lebih lanjut, PLN Pati nantinya akan mengusulkan kebutuhan ke PLN Kudus.
“Tadi kami sudah sepakat dalam tempo satu Minggu kurang lebih. Kami berupaya bisa menyelesaikan permasalahan khususnya di Desa Bageng,” tutupnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com




