Satu Bulan Beroperasi, Dishub Pati Evaluasi Penerapan Parkir Non Tunai

Pati, Mitrapost.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengevaluasi penerapan parkir non tunai yang telah beroperasi di tiga titik seputaran Alun-alun Simpang Lima Pati.

Titik parkir non tunai itu berada di timur dan barat Alun-alun Simpang Lima Pati dengan metode pembayaran menggunakan QRIS. Penerapan itu telah dilakukan oleh Dishub Pati pada awal bulan Oktober 2026 ini.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kabupaten Pati, Nita Agustiningtyas menyampaikan, dengan berjalannya parkir non tunai selama satu bulan ini, pihaknya telah memberikan evaluasi. Evaluasi dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada pengguna parkir non tunai tersebut.

Selama diterapkan parkir non tunai ini, tambah dia, peran serta masyarakat belum menunjukkan hasil yang maksimal dalam penggunaannya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan sosialisasi baik masyarakat maupun juru parkir guna mengoptimalkan penggunaan parkir non tunai tersebut.

“Rambu sudah kita pasang QRIS-nya di rambu parkir itu, tapi masyarakat masih banyak belum terbiasa, nanti akan kita sosialisasikan lagi biar lebih gencar,” ujar Nita dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (28/10/2026) siang.

Ia menyebut, Dishub Pati sebelumnya memiliki rencana untuk menerapkan parkir non tunai di tujuh titik. Tujuh titik itu tiga di seputaran Alun-alun Pati dan empat berada pada Jalan Panglima Sudirman.

Kendala penerapan di Jalan Panglima Sudirman itu, karena masih adanya renovasi trotoar. Apalagi renovasi tersebut rampung, empat titik parkir non tunai di Jalan Panglima Sudirman segera dilakukan.

“Ini kan di alun-alun sudah kita berlakukan, sementara ini di seputar Alun-alun, di Jalan Sudirman ini menunggu jalannya pembangunan sudah selesai bersih, kita nanti optimalkan di Jalan Sudirman,” jelasnya.

Selain itu, Dishub Pati juga akan menambah titik yang diberlakukan parkir non tunai secara bertahap. Dishub Pati akan melakukan evaluasi setiap bulannya.

“Nanti tetap bertahap, jadi kita kemarin pilot projectnya baru tujuh titik. Nanti secara bertahap setiap bulan kita evaluasi, nanti kita tambahkan titik baru,” katanya.

Lebih lanjut, penerapan parkir non tunai dengan memanfaatkan QRIS ini tidak menghilangkan peran dari juru parkir. Terlebih, juru parkir juga membawa kode scan barcode berupa QRIS tersebut.

“Jukir itu tetap ada njih, selama ini tetap ada dan tetap bertugas, adanya QRIS tidak menghilangkan peran jukir dan QRIS juga dibawa oleh jukirnya. Tapi kita memudahkan dan kita pasang di rambu gampang diakses masyarakat,” tandasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati