Demo di Kantor Bupati Pati: Plt Bupati Sanggupi Tak Copot Foto Sudewo Hingga Inkrah

Pati, Mitrapost.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memberikan jawaban mengenai delapan tuntutan yang disampaikan oleh Gerakan Masyarakat Peduli Pati (GMPP) saat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati, Kamis (29/10/2026) siang.

Chandra menjelaskan, pihaknya telah menerima audiensi dari GMPP. Adapun salah satu tuntutannya untuk tidak mencopot foto Bupati Pati Nonaktif Sudewo karena proses hukum masih berjalan.

“GMPP ini audiensi di Pendopo intinya memang bahwa satu bapak Nonaktif Sudewo ini memang ada prosesnya masih berlanjut, proses pertama adalah pengajuan banding, pengajuan kasasi, baru PK dan inkrah. Ini harus dilalui semua,” ujar Chandra ditemui usai audiensi ruang kerjanya, Kamis siang.

Mengenai foto Bupati Pati Nonaktif Sudewo, Chandra menyampaikan agar tetap dipasang di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Sebelumnya, ia sempat menerima informasi mengenai penurunan foto di beberapa tempat, yakni di Dinkop UMKM, Mall Pelayanan Publik, dan PDAM Pati.

“Terkait foto dan sebagainya ini masih secara hukum itu masih harus ditempel di OPD masing-masing, itu akan kami laksanakan,” terang dia.

“Nanti akan bikin surat untuk semua bisa dipasang sampai nanti inkrah. Karena secara kekuatan hukum ataupun apa sebagai Bupati Nonaktif,” dia menambahkan.

Pihaknya juga menjawab tuntutan lainnya dari GMPP dan berjanji akan menindaklanjuti satu per satu, mulai dari perbaikan pelayanan RSUD Soewondo hingga evaluasi dan monitoring pembangunan jalan senilai Rp210 miliar. Pemkab Pati juga akan mengkaji izin UMKM di Alun-alun Simpang Lima Pati.

“Kalau Alun-alun digunakan oleh UMKM tentunya yang ada di Alun-alun itu melaksanakan kegiatan masyarakat Kabupaten Pati ini plus minusnya seperti apa. Ini harus kita audiensi dan kaji bersama dengan masyarakat Pati tentunya,” pungkasnya.

Sementara itu, Gerakan Masyarakat Peduli Pati (GMPP) Sutirto menyampaikan terima kasih kepada Plt Bupati Pati yang telah menerima aspirasi dari GMPP.

“Alhamdulillah tuntutan kita sudah direspon semua dan tanggal Insyaallah tanggal 25 November ada deklarasi semua lapisan masyarakat akan diundang supaya menciptakan Pati itu damai, kondusif. Alhamdulillah itu akan dipindahkan,” jelas Sutirto. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati