Mitrapost.com – Sebagai bagian dari bentuk pengantisipasian atas munculnya fenomena kebakaran lahan dan hutan (karhutla), seluruh jalur pendakian gunung yang ada di kawasan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ditutup sementara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kesatuan Pemangku Hutan Perhutani (KPH) Kedu Utara, yang mencakup lima wilayah di Provinsi Jateng, meliputi Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Magelang, Kendal dan Semarang.
Dalam hal ini, penutupan sementara seluruh jalur pendakian di Provinsi Jateng tersebut berdasar pada instruksi dari Gubernur Jateng, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, hingga turunnya surat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Jateng.
“Melihat situasi dan kondisi, untuk sementara semua jalur pendakian di Jawa Tengah itu diminta ditutup,” ujar Kepala KPH Kedu Utara, Dimyati, dikutip dari Detik, Kamis (29/10/2026).
Pada penjelasannya, sejumlah gunung yang tercatat berada di wilayah kerja KPH Kedu Utara, di antaranya meliputi Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, Gunung Kembang dan Gunung Pakuwaja yang berlokasi di Kabupaten Wonosobo, serta Gunung Ungaran yang terletak di Kabupaten Semarang.
“Yang pengelola KPH Kedu Utara itu ada di Gunung Ungaran, Sindoro, Sumbing, Kembang dan Pakuwaja,” jelasnya.
Menurutnya, KPH Kedu Utara telah menyampaikan surat penutupan jalur pendakian tersebut kepada masing-masing pengelola basecamp di gunung yang berada di bawah naungannya sejak Selasa (27/10/2026).
“Kalau suratnya itu kita kemarin (27/10/2026). Suratnya kemarin sudah kita luncurkan, cuman sampainya ke basecamp (mungkin berbeda). Iya (penutupan langkah antisipasi karhutla) sesuai arahan Pak Gubernur minta supaya ditutup semua,” katanya.
“Artinya antisipasi, walaupun sekarang sudah ada hujan, tapi bukan berarti musim penghujan sudah datang. Antisipasi yang tidak kita inginkan terjadi kebakaran hutan, yang dikhawatirkan jangan sampai ada pendaki yang terkena dampaknya,” tambahnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com





