Upaya Komunitas Jogo Muria Pati untuk Lestarikan Gunung Muria dari Ancaman Kerusakan Alam

Pati, Mitrapost.com – Masyarakat peduli lingkungan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendeklarasikan terbentuknya Komunitas Jogo Muria. Hal itu sebagai upaya menjaga kondisi Pegunungan Muria agar jauh dari ancaman kerusakan alam.

Terbentuknya komunitas itu berawal dari keresahan masyarakat terkait menurunnya sumber mata air, sekaligus mencegah kerusakan alam terjadi di wilayah lereng Gunung Muria.

Terbentuknya komunitas itu, ditandai dengan deklarasi kesepakatan dan komitmen menjaga kelestarian lereng Gunung Muria.

Puluhan warga berkumpul di Gili Malang Jrahi pada Sabtu (31/10/2026). Tak hanya itu, hadir pula pihak DLH Kabupaten Pati, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Jateng II, Perhutani Pati, TNI/Polri, Yayasan Aksi Lestari Lingkungan Indonesia, petani serta relawan.

Ketua Jogo Muria, Yusuf menjelaskan, komunitas ini terbentuk dengan misi menjaga hutan muria supaya tetap lestari. Pihaknya pun akan terus menanam tanaman keras guna melestarikan sumber mata air.

“Kami berharap bahwa dapat berdampingan bersama-sama dengan petani kopi dan kami juga bertani di sana, tapi kami menanam tanaman abadi atau tanaman keras yang bisa menghasilkan air yang dapat melestarikan sumber mata air untuk kesejahteraan masyarakat kita sendiri,” kata Yusuf.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Aksi Lestari Lingkungan Indonesia, Akrom menyampaikan, Komunitas Jogo Muria ini terbentuk karena keprihatinan mendalam mengenai persoalan penyusutan debit air di Lereng Muria.

Maka dari itu, pihaknya bersama komunitas akan melakukan penanaman tanaman keras secara masif di zona-zona yang memang diperbolehkan untuk penanaman.

“Setelah ini baru kita satukan dulu visi misi yang di dalam deklarasi itu, baru kita akan adakan penanaman masif, tetapi juga ada zona-zona yang memang dapat menjadi kewenangan bila CDK wilayah Jateng 2. Jadi, zona konservasi mana yang memang harus dilindungi, itulah yang harus kita rawat,” ujar Akrom.

Perwakilan CDK Jateng II, Sugeng Teguh Pribadi menyambut baik terbentuknya komunitas ini. Hal itu, lanjut dia, sebagai penanda bahwa masyarakat akan terus berkomitmen menjaga lingkungan kawasan Lereng Gunung Muria.

Ia menyebut, luas Hutan Muria yang akan dikelola seluas 9.440 hektar. Luasan itu merupakan hutan lindung yang harus dijaga oleh masyarakat.

“Karena memang luas hutan nanti yang akan kita kelola, terutama hutan lindung, seluas 9.440 hektar. Tanpa adanya peran serta dari masyarakat, kemudian juga masyarakat sekitar hutan yang memang sangat peduli terhadap kelangsungan hutan Muria, itu kita berharap sangat dari mereka juga,” papar Sugeng.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo berharap komunitas ini tidak hanya terbentuk di wilayah Pegunungan Muria saja, melainkan di wilayah pesisir-pesisir juga.

“Kami berharap tidak hanya wilayah Muria saja yang ada komunitas seperti ini. Tapi juga wilayah lainnya, pesisir dan lainnya. Salah satu upaya mitigasi untuk mencegah bencana,” tandas Tulus. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati