Pati, Mitrapost.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3akb) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, angkat bicara mengenai maraknya kasus pembuangan bayi di wilayahnya.
Kepala Dinsos P3akb Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia mengatakan, pengawasan kepada anak-anak di lingkungannya perlu ditingkatkan. Menurutnya, pengawasan itu tidak hanya dilakukan oleh orang tua.
“Perlu kewaspadaan kepada seluruh masyarakat, dan sebagainya pengawasan terhadap anak-anaknya dari orang tua dan juga koordinasi kerjasama yang baik dari semua lapisan masyarakat,” ujar Aviani dihubungi melalui sambung telepon.
Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat ada sejumlah kasus pembuangan bayi di wilayah Kabupaten Pati. Pertama, kasus pembuangan bayi pada 1 Juni 2026 tepat di Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana.
Kasus kedua, pada 18 Agustus 2026 tepat Desa Ketanen, Kecamatan Trangkil. Kasus pembuangan bayi ketiga, terjadi di Desa Badegan, Kecamatan Margorejo pada 8 September 2026.
Kasus keempat pembuangan bayi di Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa pada 26 Oktober 2026. Terakhir, kasus kelima, penemuan bayi di Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, pada 2 November 2026 ini.
Selain pengawasan terhadap anak yang harus diperketat, Aviani juga mengaku telah sering memberikan sosialisasi kepada pihak sekolah supaya rutin memberikan pengarahan kepada anak didiknya. Edukasi itu dinilai penting untuk menjaga anak didik dari pengaruh perilaku yang merugikan.
“Sudah sering, ke lapisan masyarakat juga sering,” kata dia.
Lebih lanjut, maraknya kasus pembuangan bayi itu ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan mengingatkan antar sesama.
“Ya dihimbau saja kepada masyarakat untuk lebih aware saling mengingatkan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com







