Pati, Mitrapost.com – Puluhan desa di Kabupaten Pati masih mengalami krisis air bersih. Terlebih, curah hujan di wilayah Bumi Mina Tani masih minim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, mencatat per hari Jumat (06/11/2026) ada 85 desa di 11 kecamatan masih mengalami krisis air bersih. Untuk itu, BPBD Pati tetap melakukan dropping bantuan air bersih kepada masyarakat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menyebut bahwa jumlah desa yang mengalami krisis air bersih mengalami penambahan selama bulan Oktober kemarin. Terbaru di minggu ini, krisis air bersih melanda warga Tayu Kulon.
“Sudah 85 desa mas, kurang lebihnya. Ada penambahan 1 desa di Tayu Kulon dalam minggu ini,” ujar Martinus kepada Mitrapost.com.
Hujan memang sempat turun di wilayah Pati beberapa hari kemarin. Meski demikian, intensitasnya belum bisa menurunkan jumlah desa yang mengalami kekeringan. Ia mengatakan bahwa hujan turun hanya berlangsung selama dua sampai tiga hari.
“Tidak signifikan untuk menurunkan angka kekeringan, karena hujannya cuma beberapa saat itu pun dua atau tiga harian tersebut. Itu pun belum merata di seluruh wilayah Kabupaten Pati,” terangnya.
BPBD Pati terus memberikan bantuan air bersih pada masyarakat di desa-desa yang terdampak kekeringan. Dia menyebut, sebanyak lima armada truk tangki terus melakukan dropping air bersih.
“Kami tetap jalan, armada kami paling tidak itu sehari masih dua yang khusus di Jakenan dan Winong. Karena memang angka kekeringan tinggi, kemudian tiga kami sebar ada yang ke Jaken, Pucakwangi ada ke Kayen, Gabus. Setiap hari tetap jalan lima armada tangki,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com







