Mitrapost.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) disebut tengah melakukan persiapan terkait dengan pembangunan layanan kereta api di kawasan Bali yang nantinya dapat menghubungkan langsung dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga Canggu.
Dalam hal ini, proyek yang terdiri dari dua tahapan ini nantinya akan ditetapkan target penyelesaian dalam kurun waktu selama dua tahun, terhitung sejak sekarang hingga 2028 mendatang.
Direktur Utama (Dirut) KAI, Bobby Rasyidin dalam keterangan pers mengatakan bahwa jalur kereta trersebut akan melewati sejumlah kawasan wisata utama yang ada di kawasan Pulau Bali, di antaranya meliputi Kuta, Legian, Seminyak hingga Canggu.
“Kami menyampaikan program pembangunan untuk kereta di Bali. Layanan kereta api di Bali, fase satunya adalah dari Ngurah Rai ke utara, ke Kuta, Legian, kemudian Seminyak, dan ujungnya di Canggu,” jelas Bobby di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip dari CNN Indonesia.
Menurut Bobby, pembangunan tersebut nantinya akan dibagi menjadi dua tahapan, yang pertama menghubungkan antara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga ke Legian, sedangkan yang kedua melanjutkan jalur dari Legian menuju hingga ke Canggu.
“Kereta Bali atau trem Bali itu ada dua tahapan juga. Tahapan pertama fase satu itu dari Ngurah Rai ke Legian, kemudian fase dua itu dari Legian ke Canggu, itu memakan waktu dua tahun juga,” ujarnya, Kamis (05/11/2026).
Berdasarkan sisi pendanaan, Bobby menyebut bahwa proyek kereta Bali ini diperkirakan akan membutuhkan anggaran sebanyak lebih dari Rp2 triliun.
Diketahui, proyek ini merupakan salah satu tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto. Selain Bali, pihaknya juga mengarahkan adanya pengembangan jaringan kereta api hingga ke Pulau Sumatra dan Kalimantan. (*)

Redaksi Mitrapost.com


