Mitrapost.com – Indonesia memiliki perusahaan start-up terbanyak di Asia Tenggara pada bulan April ini. Terhitung ada sejumlah 2.345 perusahaan start-up yang dimiliki Indonseia hingga tanggal 11 April 2022 kemarin.
Sedangkan di negara-negara lain seperti Singapura, berada di urutan kedua dengan jumlah total 1.013 perusahaan start-up. Disusul dengan Filipina dan Malaysia yang memiliki jumlah perusahaan start-up masing-masing sebanyak 308 perusahaan dan 307 perusahaan.
Urutan selanjutnya ada negara Vietnam yang tercatat memiliki 173 start-up. Thailand sendiri memiliki 147 start-up. Myanmar dan Kamboja yang masing-masing memiliki total 48 start-up dan 12 start-up.
Sedangkan secara global, Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara dengan jumlah perusahaan rintisan atau start-up terbanyak di dunia pada 2022. Data ini berdasarkan pada laporan start-up Ranking. Secara detail, Indonesia menempati posisi kelima dari total seluruh negara di dunia
Posisi Indonesia sendiri berada tepat di bawah Kanada yang memiliki total 3.329 start-up per 11 April 2022.
Negara adidaya yaitu Amerika Serikat (AS), masih berada di posisi puncak dengan total 71.373 start-up. Lalu ada India dan Inggris yang memiliki jumlah start-up masing-masing sebanyak 13.215 unit dan 6.258 unit.
Di bawah posisi Indonesia ditempati oleh Jerman yang memiliki total 2.298 start-up. Kemudian disusul Australia, yang memiliki sebanyak 2.276 start-up. Setelah itu, ada sebanyak 1.570 start-up dan 1.405 start-up yang berada di Prancis dan Spanyol.
Sedangkan pada posisi terakhir ada Brazil yang menempati urutan kesepuluh di dunia. Total start-up yang ada di negara Brazil adalah sejumlah 1.167 start-up.
Kesuksesan dari banyaknya start-up di Indonesia ini tentu tidak lepas dari berbagai faktor. Dari mulai adanya kesuksesan dari start-up Goto yang memicu minat anak bangsa, adanya gerakan seribu start-up dari pemerintah, hingga adanya dukungan percepatan jaringan internet di Indonesia. (*)
Redaksi Mitrapost.com






