Pati, Mitrapost.com – Dewan Pati mengingatkan warga agar tidak panic buying atau memborong karena panik di tengah merebaknya virus corona. Pada kondisi saat ini dimana lebih dari 100 negara mengalami wabah virus corona dan sebagian menerapkan lockdown mengakibatkan masyarakat panik sehingga mereka melakukan penimbunan beberapa barang yang kiranya sangat diperlukan.
Noto Subiyanto, anggota DPRD Kabupaten Pati, menjelaskan panic buying akan menyebabkan kelangkaan barang akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Dampaknya, harga juga akan mengalami kenaikan.
“Beberapa waktu lalu, stok masker dan hand sanitizer susah didapatkan dan kalaupun ada harganya menjadi berlipat dari harga normal. Hal ini tentu sangat tidak baik dan menyusahkan kondisi karena di saat mewabah virus corona kedua barang tersebut sangat dibutuhkan, khususnya untuk tenaga medis,” ujar Noto pada Sabtu (4/4/2020).
Baca juga: Bupati Pati Imbau Masyarakat Patuhi Protokol Kesehatan saat Berbelanja
Selain kebutuhan kesehatan, lanjut Noto, ia juga meminta kepada warga Pati agar tidak memborong pembelian bahan pokok.
“Jangan mborong. Jangan mengambil keuntungan sendiri. Disdagperin juga sudah memberikan imbauan agar masyarakat membeli bahan pokok secukupnya,” imbuhnya.
Sebelumnya pada 23 Maret 2020, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati telah mengeluarkan surat edaran yang mengimbau masyarakat untuk membatasi transaksi pembelian empat bahan pokok di pasar-pasar maupun toko-toko yang ada di Kabupaten Pati.
Keempat barang pokok tersebut diantaranya, beras, minyak goreng, gula dan mie instan. Warga dibatasi membeli beras seberat 10 kilogram, minyak goreng 4 liter, gula 2 kilo dan mie instan sebanyak 2 dus. (Adv)
Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Pemkab Lakukan Rapid Test Massal di 3 Swalayan Pati
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur : Ulfa PS
Redaksi Mitrapost.com






