Kudus, Mitrapost.com – Menjelang new normal, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus tidak mau terburu-buru dalam membuka pariwisata di Kabupaten Kudus. Pihaknya mengaku ingin mempersiapkannya dengan matang agar tidak terjadi kesalahan.
“Untuk persiapan new normal di sektor pariwisata kudus, kita tidak terburu-buru. Kita ingin betul-betul mempersiapkan dengan matang,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Kudus, Mutrikah kepada Mitrapost.com pada Jumat (5/6/2020) kemarin.
Persiapan demi persiapan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus di sektor Pariwisata dalam menghadapi era new normal. Salah satunya dengan melakukan uji coba pembukaan dua tempat wisata di Kudus, yakni Makam Sunan Muria dan Taman Sardi.
Baca juga : Ada 645 Pelaku Pariwisata, Baru Separuh yang Dibantu Pemkab Pati
Uji coba akan dilakukan pada tanggal 8 sampai 14 Juni nanti di dua tempat tersebut. Dua tempat tersebut dipilih karena keduanya tidak berada di dalam zona merah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus.
“Kami telah melakukan diskusi dengan melibatkan banyak pihak, termasuk dengan tim Gugus Tugas Covid-19, hasilnya kami memilih Makam Sunan Muria dan Taman Sardi sebagai tempat uji coba pembukaan pariwisata,” lanjut Mutrikah.
Uji coba nantinya untuk menguji bagaimana kesiapan pengelola tempat wisata menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam menerima kunjungan. Setelah uji coba selama seminggu tersebut, nantinya akan ada evaluasi dari Gugus Tugas, apakah nanti layak untuk dibuka atau tidak. Jika belum layak nanti akan diuji coba lagi sampai benar-benar kondusif dan bisa diambil kebijakan untuk dibuka.
Sementara untuk destinasi wisata selain Makam Sunan Muria dan Taman Sardi belum ada kepastian apakah akan dibuka atau tidak. kalaupun di dua tempat tersebut berhasil diuji coba, yang lain nantinya tetap akan dilihat berdasarkan zona, dan juga berdasarkan kesiapan petugas dan masyarakatnya seperti apa. Apakah mau menggunakan masker atau tidak dan pedagang yang berjualan disekitar harus menyediakan protokol kesehatan.
“Kuncinya, kami dari Dinas mohon dukungan kepada seluruh stakeholder wisata, pelaku usaha, dan masyarakat, setidaknya merekan punya beban moral kedisiplinan. Bagaimana juga ikut berperan mengatasi wabah ini sehingga kegiatan kepariwisataan dalam rangka memulihkan ekonomi ini bisa kita laksanakan bersama,” pungkasnya. (*)
Baca juga :
- DPRD Pati Launching Tiga Aplikasi Program Kerja untuk Tingkatan Kinerja
- Setelah Ditutup 2 Hari, Pasar Kliwon Hanya akan Buka 8 Pintu
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook dan instagram
Redaktur : Dwifa Okta
Redaksi Mitrapost.com






