oleh

54 Persen dari 11.984 Industri di Blora Terdampak Covid-19

Blora, Mitrapost.com Hampir 54 persen dari 11.984 bidang industri di Kabupaten Blora yang mengalami dampak pandemi covid-19.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Blora Achmad Nur Hidayat mengatakan mayoritas yang terdampak adalah industri kecil dan menengah, utamanya industri makanan dan minuman. Salah satu penyebabnya karena pangsa pasar di masyarakat turun drastis sedangkan bahan pokok semakin mahal.

“Oleh sebab itu, recovery-nya harus ada stimulus dari pemerintah. Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten Blora bisa mengadakan stimulus terhadap industri kecil dan menengah,” ucapnya.

Ia menjelaskan bidang perusahaan yang sangat terdampak ada enam hotel dan tiga perusahaan.

“Hotel Kencana, Allium, Arra, Ammi, Same Hotel, dari pantauan kami sudah sedikit yang melakukan aktivitasnya. Salah satu hotel yaitu Same Hotel yang sampai saat ini masih belum melaksanakan aktivitas atau masih kolap,” jelasnya.

Baca Juga :   Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Blora Larang Bawa Anak Masuk ke Pasar

Baca juga: Biodata Korban Helikopter yang jatuh di Kawasan Industri Kendal

Artinya, dampak pandemi Covid-19 ini sangat dirasakan baik itu pelaku industri maupun para pekerja.

“Dimungkinkan Same Hotel ini akan tutup, bahkan sebelum pandemi Covid-19 tingkat huniannya tidak signifikan,selama pandemi tidak melakukan kegiatan,” ungkapnya.

Disebutkan untuk tenaga kerja yang terdampak di bidang itu, sesuai yang didata sebanyak 553 orang. Namun setelah diverifikasi oleh Dinsos P3A berjumlah 499 orang.

“Dan ini, insya allah mendapatkan BLT,” ucapnya.

Meski banyak yang terdampak, namun sejumlah perusahaan juga tetap eksis bahkan masih bisa memberikan THR kepada karyawannya.

Sedangkan pekerja migran yang terdampak Covid-19 berdasarkan catatan yang dihimpun sementara ini baru 22 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Baca Juga :   Tak Bisa Dapatkan BLT DD, Kelurahan Pati Kidul Nantikan Bantuan APBD

“Dari 22 ini, dua oran hari ini baru kita jemput di Tanjung Mas, statusnya adalah deportase dari Malaysia. Dari jumlah 22 ini yang dideportasi enam orang, yaitu Todanan empat dan Jepon dua orang,” ungkapnya.

Baca juga: Beberapa Perusahaan di Kudus Mulai Pekerjakan Karyawan Kembali

Untuk membantu pekerja yang terdampak covid-19, Menteri Tenaga Kerja telah mengusulkan kartu pra kerja sejak 11 April.

“Alhamdulillah warga Blora yang sudah terverifikasi di Kementerian Tenaga Kerja berjumlah 794 orang. Artinya mereka sudah siap untuk mendapatkan pelatihan sesuai yang disukai dan diharapkan calon tenaga kerja ini,” jelasnya.

Setelah empat bulan pelatihan, lanjut Nur Hidayat, akan mendapatkan subsidi Rp600.000,00 tiap bulan selama empat bulan sambil menunggu nanti mereka ready mendapatkan pekerjaan. (*)

Baca Juga :   Relawan Penanggulangan Covid-19 Peroleh Bantuan APD

Baca juga: Lewat Jalan Trowelo Gembong, Karyawan Swalayan DIbegal

 

Artikel ini telah tayang di Blorakab.go.id dengan judul ‘Hampir 54 Persen Bidang Industri di Blora Terdampak Pandemi Covid-19

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Berita Terkait