oleh

Petani Tolak Operasi Tambang Pasir di Area Persawahan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Blora, Mitrapost.comPetani warga Desa Kapuan dan Cabean, Kecamatan Cepu, Blora menolak tambang pasir darat yang akan beroperasi di tengah areal persawahan mereka.

Sebelumnya, proses penolakan tersebut pernah terjadi pada November 2019 karena sejak awal memang tidak ada sosialisasi dari pihak penanggungjawab tambang pasir. Tiba-tiba alat berat datang dan menerjang persawahan warga.

Pada Minggu (26/7/2020) petani kedua desa tersebut kembali berkumpul untuk menjaga dan meminta kejelasan, namun tidak ada titik terang. Sehingga alat berat yang berada di lokasi, dihentikan dan dilarang untuk  beroperasi.

“Kemarin, Sabtu (25/7/2020), tiba-alat berat (ekskavator) didatangkan lagi. Baru berjalan hingga lahan bengkok. Warga langsung menghentikan dan meminta untuk kembali,” Kata Zamroni (38).

Baca Juga :   Festival Mural Berlangsung Sukses, Kades Pengkoljagong Tuai Pujian

“Dulu sudah ditolak warga, tapi sekarang kembali lagi,” imbuhnya.

Penolakan dengan alasan akan mengganggu perairan sawah dan memicu terjadinya longsor disekitar are tersebut karena lokasi tambang dengan persawahan hanya berjarak 100 meter.

“Pengairan jelas terganggu. Karena pasir dan batuan cadas sebagai penampungan air bakal dikeruk,” ujar Kusyanto, petani dari Desa Cabean.

Baca juga : Lakukan 3T, Dinkes Blora Targetkan 3.000 Spesimen Swab Test

Saat kejadian tersebut, tidak ada pihak Perangkat Desa ataupun Pihak Kecamatan, hal itu yang membuat petani kesal.

“Saya juga tidak habis pikir kenapa dari desa di saat seperti ini tidak ada. Dan dari kecamatan diam saja,” dia mengungkapkan kekesalannya.

Baca Juga :   Polres Blora Gelar Latihan Dalmas Menyambut Kampanye Pilkada 2020

Namun, saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, Kepala Desa Kapuan, Hariyono mengaku sudah mengetahui hal tersebut dan katanya pernah dilakukan mediasi oleh Pemkab Blora pada tahun 2019 lalu.

“Saya juga sudah sampaikan, bahwa kegiatan penambangan itu dari awal tidak pernah sosialisasi,” ucap Hariyono.

“Bagaimana pun juga, saya sebagai kepala desa ikut warga saya. Jika warga saya menolak, saya juga menolak,” katanya lagi.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Desa Cabean, Kismiati. Dia juga mendukung warganya untuk menolak tambang tersebut. Sebab, sawah memang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Tahun lalu. Kami pernah membuat berita acara penolakan,” Kismiyati menegaskan. (*)

 

Artikel ini telah tayang di liputan6.com dengan judul Petani 2 Desa di Blora Tolak Tambang Pasir di Tengah Sawah

Baca juga : 

Baca Juga :   Pemkab Blora Didorong Majukan Peternakan Sapi

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral