oleh

Dana Covid-19 Pati Rp 142 Miliar, Baru Terserap 9,5 Persen

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Dana penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Kabupaten Pati sebanyak Rp 142 miliar. Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati, Turi Atmoko, mengungkapkan dari dana tersebut hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati baru membelanjakan 9,5 persen atau Rp 13,5 miliar.

“Sampai dengan sekarang pembelanjaan belanja tak terduga itu sudah Rp 13,5 miliar dari Rp 142 miliar,” ujar Turi Atmoko saat ditemui Mitrapost.com di kantornya, Senin (3/8/2020) siang.

Turi Atmoko mengatakan dana penanganan Covid-19 Kabupaten Pati berasal dari dana tak terduga penanganan bencana yang berjumlah Rp 5 miliar dan dana hasil refocusing APBD Kabupaten Pati tahun anggaran 2020.

Baca Juga :   Tingkatkan Nafsu Makan, KTT Mendo Mulyo Olah Jamu Ternak

Baca juga : Masa Jabatan Bupati Rembang Mendatang Hanya 3 Tahun

“Jadi gini ceritanya di APBD murni tahun 2020 itu belanja tak terduga itu teralokasi Rp 5 miliar dan akhirnya refocusing Rp 137 miliar. Sehingga jumlah penanganan Covid-19 menjadi Rp 142 miliar,” tutur Turi Atmoko.

Saat ini, kata Turi Atmoko, sektor kesehatan yang banyak meminta pencairan dana penanganan Covid-19. Selain sektor kesehatan, sektor UMKM dan jaring pengaman sosial juga menyerap anggaran ini.

“Kesehatan Rp 4,3 miliar. Dari Koperasi UMKM itu untuk menghidupkan UMKM pembuatan masker Rp 426 juta, terus kemarin juga Rp 419 juta. Kemudian untuk bayar rumah karantina Hotel Safin itu oleh BPBD selama dua bulan terus disambung di Hotel Kencana,” bebernya.

Baca Juga :   IPDMIP Diharap Mampu Tingkatkan Produktivitas Pertanian dan Pendapatan Petani

Untuk membayar rumah karantina di Hotel Safin selama dua bulan pihaknya mengeluarkan sekitar Rp 390 juta. “Safin itu masih ada kekurangan berapa, terus (Hotel) Kencana berapa. Sudah tiga kali BPBD mencairkan untuk rumah karantina,” ungkapnya.

Turi Atmoko mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati hari ini telah mengajukan permohonan pencairan lagi. “Tadi pagi ada surat permintaan dari DKK yang mengajukan (pencairan) Rp 8,4 miliar. Kebanyakan untuk belanja APD, rapid test, tes swab, Rumah Sakit Soewondo dan Kayen. Karena kedua RS itu UPT-nya dari DKK,” pungkasnya. (*)

Baca juga : 

Baca Juga :   Ralat Berita : Kasus Kematian Covid-19, Kabupaten Pati Peringkat 11 Tingkat Nasional

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral