Retribusi Objek Wisata Baru 38 Persen, Disbudpar Kudus Minta Penurunan Target

Kudus, Mitrapost.com Dampak pandemi Covid-19 membuat tempat-tempat pariwisata di Kudus ditutup sementara. Oleh karenanya, Dinas Kebudayaan dan Periwisata Kabupaten Kudus mengusulkan penurunan target penerimaan retribusi onjek wisata yang dikelola pemerintah daerah.

Kepala Disbudpar Kudus, Bergas Catursari menyebutkan penutupan objek wisata di Kudus sendiri sudah dilakukan sejak Maret lalu menyusul pandemi Covid-19 yang sudah masuk ke Indonesia.

Disbudpar mencatat, realisasi retribusi objek wisata baru mencapai 38 persen dari rencana target selama setahun sebesar Rp1,7 miliar.

Baca juga: Setengah Tahun, Disdagperin Pati Kantongi Rp 2,8 Miliar dari Retribusi Pasar

Sedangkan selama Maret hingga Agustus 2020, Catur menyebutkan belum ada pemasukan sama sekali.

“Kami berharap ada perubahan karena kondisi normal tanpa ada Covid-19 selama tiga bulan baru memperoleh pemasukan sebesar 38 persen. Sedangkan sisa waktu yang ada kondisinya juga berbeda dengan sebelumnya,” ujarnya.

Mengingat kondisi saat ini serta waktu empat bulan yang tersisa tahun ini, Catur berharap pemerintah memberikan pertimbangan target retribusi. Terlebih, pembukaan objek wisata baru dimulai bulan Agustus. Catur menilai, kondisi saat ini pun belum bisa optimal.

Target penerimaan retribusi sebesar Rp1,7 miliar, meliputi objek wisata colo, Taman Ria Colo, Taman Krida, water pool, tugu identitas, Museum Kretek, mini movie theaterwaterpark kolam arus, mandi bola, ember tumpah, becak air dan gantang burung di museum kretek. (*)

Baca juga: 

 

Artikel ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul ‘Terdampak COVID-19, Disbudpar Kudus usulkan penurunan target retribusi objek wisata

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati