Jepara, Mitrapost.com – Untuk memenuhi kebutuhan elpiji pada 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten Jepara mengajukan kenaikan alokasi 36,92 persen dibandingkan alokasi elpiji di tahun 2020.
“Tahun ini Kabupaten Jepara memang mendapatkan alokasi elpiji sebanyak 9.494.667 tabung. Sedangkan tahun 2021 kami usulkan naik menjadi 13 juta tabung atau naik 36,92 persen,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jepara, Achid Setiawan Candraningrat pada Selasa (9/9/2020).
Ia menjelaskan bahwa permintaan tersebut dengan pertimbangan karena ada peningkatan kebutuhan elpiji ukuran tiga kilogram atau gas melon.
Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tercatat ada 168.021 keluarga yang membutuhkan suplai elpiji bersubsidi, kemudian tercatat ada 40.000 UMKM lebih.
“Dengan rasio konsumsi per keluarga empat tabung dan satu sektor UMKM sekitar 10 tabung setiap bulannya,” ujarnya.
Baca juga: Polsek Juwana Sidak Penggunaan Gas Elpiji Bersubsidi Di Rumah Makan, Begini Hasilnya
Menurut dia, tren peningkatan konsumsi elpiji bersubsidi hampir merata di semua daerah, termasuk Kabupaten Jepara.
Ia mengungkapkan, hingga Juli 2020, realisasi distribusi elpiji bersubsidi mencapai 6.001.720 tabung, sedangkan estimasi realisasi pada bulan selanjutnya hingga akhir tahun sebanyak 4.572.950 tabung.
Selain elpiji tiga kilogram, Pemkab Jepara juga mengusulkan Jenis BBM Tertentu (JBT) minyak solar sebesar 41.564 kiloliter.
“Kemudian, Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sebesar 53.375 kiloliter. Usulan ini menunjuk surat Gubernur nomor 540/0011331 tertanggal 25 Agustus 2020, perihal usulan kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi tahun 2021,” ujarnya. (*)
Baca juga:
- Dua Bulan Langka, Harga Gas Tabung Melon Capai 22 Ribu
- Pedagang Dinyatakan Positif, Wisata Pantai Karang Jare Rembang Kembali Ditutup
- Wujudkan Ekonomi Digital Bagi UMKM, Grab Gandeng Kemenkop
Artikel ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul ‘Jepara usulkan pasokan elpiji bersubsidi dinaikkan 36,92 persen‘
Redaksi Mitrapost.com



