oleh

Cara Mengelola Keuangan di Tengah Ancaman PHK

Mitrapost.comMasa pandemi Covid-19 memang membuat banyak perusahaan memberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan merumahkan sejumlah karyawannya.

Pastinya hal tersebut merupakan kabar buruk, bagi para pekerja karena mereka harus kehilangan pekerjaannya.

Jika, anda termasuk sebagai salah satu orang yang merasakan hal tersebut, tentu diharapkan dapat cepat bangkit dan berjuang dalam mengatur soal keuangan, apalagi di masa ini susah sekali mencari pekerjaan.

Dilansir oleh RRI dari beberapa sumber, berikut ini ada beberapa cara agar para pegawai yang terkena PHK dapat bangkit dan berjuang, meski dilanda krisis imbas pandemi, diantaranya:

  1. Buat rencana kontingensi skenario terburuk

Salah satu hal paling membantu yang dapat anda lakukan selama resesi terakhir adalah menciptakan apa yang disebutnya ‘rencana kontingensi skenario terburuk’. Kontingensi adalah keadaan yang masih diliputi ketidakpastian dan berada di luar jangkauan.

Bayangkan seberapa jauh keuangan anda bisa jatuh karena pandemi dan petakanlah. Apa skenario terburuk? Kehilangan pekerjaan anda? Menghabiskan tabungan anda?

Kemudian tanyakan pada diri anda: Apa yang akan Anda lakukan? Mungkin kembali ke rumah orang tua atau mendapatkan teman sekamar. Atau mungkin itu berarti meminta pinjaman kepada teman dan keluarga atau mengajukan kebangkrutan.

Menyiapkan rencana permainan sebelumnya akan membuat anda lebih percaya diri jika anda perlu menjalankannya.

  1. Uang adalah harta karun

Pada saat-saat seperti ini, uang adalah harta karun. Mempertahankan modal anda harus menjadi prioritas dan berhentilah pada sesuatu di luar pembayaran minimum jika anda kehilangan pekerjaan atau sedang berjuang secara finansial.

Salah satunya dengan membayar utang dengan nominal minimum. Nasihat itu bisa terasa bertentangan dengan apa yang biasanya didengar orang Amerika, tetapi memperingatkan diri anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok, minggu depan atau enam bulan dari sekarang.

Setelah anda memiliki rekening tabungan yang kuat dengan biaya hidup lebih dari enam bulan, maka anda bisa menaikkan satu tingkat nominal pembayaran utang anda. Tetapi ini bukan waktunya untuk melihat seberapa cepat anda dapat melunasi utang, kecuali anda memiliki bantal tabungan yang besar.

  1. Jangan ragu memangkas pengeluaran

Jika anda terbiasa dengan gaya hidup mewah, maka setelah ini anda harus melupakan semua itu dan memangkas semua pengeluaran anda. Jika anda kehilangan penghasilan, lakukan langkah untuk memotong semua biaya yang tidak penting.

Batalkan penggunaan TV Kabel, kurangi batas pemakaian internet, dan kurangi agenda berkumpul dengan teman. Jika anda memiliki kartu kredit, anda juga bisa memafaatkan layanan pemerintah tentang insentif kredit bagi pekerja terdampak corona.

Jika anda tidak memiliki tabungan darurat atau pekerjaan anda kurang stabil, maka anda mungkin ingin mulai menghilangkan biaya tambahan dan hidup sederhana. Di mana anda hanya membayar kebutuhan dasar, seperti makan, sewa tempat tinggal, dan menabung.

  1. Lihat aset

Selain memeriksa sisa pendapatan, anda disarankan untuk memeriksa aset-aset anda, baik yang likuid maupun aset tak bergerak. Kemudian tentukan mana aset yang lebih dahulu harus anda relakan bila membutuhkan dana darurat.

Namun perlu diingat, biasanya aset yang dipertahankan paling akhir adalah aset-aset berkualitas bagus. Seperti emas misalnya, pikirkan kembali apakah anda akan menjual aset berkualitas baik saat ini atau menunggu terlebih dahulu untuk mendapat lebih banyak keuntungan.

  1. Cari pekerjaan tambahan

Di masa pandemi, anda dituntut untuk menghasilkan pendapatan tambahan bila terkena PHK. Tentu saja, melamar pekerjaan bukan satu-satunya cara yang bisa anda lakukan di masa-masa sulit ini.

Anda harus berpikir kreatif menciptakan usaha baru, minimal usaha rumahan yang bisa anda jual. Manfaatkan peluang dan permintaan masyarakat di masa pandemi salah satunya jualan online. (*)

Baca juga :

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebookinstagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed