oleh

Cegah Longsor dan Banjir, BPBD Pati Imbau Warga Tak Cabut Bibit Pohon

Pati, Mitrapost.com – Baru-baru ini terjadi banjir bandang di sepanjang badan jalan Sukolilo-Kayen. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Pati, Sukarno mengungkapkan area tersebut memang menjadi sasaran BPBD untuk lakukan program penanggulangan bencana alam.

Ia mengakui, demi meminimalisir bencana longsor dan banjir, BPBD telah lakukan program tanam 20 ribu pohon di Kecamatan Sukolilo.

Baca juga: Memasuki Musim Penghujan, BPBD Petakan 4 Kecamatan Berpotensi Banjir

Namun, Sukarno menyayangkan tindakan masyarakat yang sengaja mencabut akar pohon  karena berdekatan dengan lahan produktif pertanian warga

Imbasnya, air hujan yang jatuh tidak ada yang membendung hingga menyebabkan longsor dan banjir.

Baca juga: BPBD Pati Minta Warga Siaga, Fenomena La Nina Bakal Picu Curah Hujan Tertinggi

“Kejadian longsor terjadi karena kecepatan air turun, langsung turun ke bawah tanpa ada penghalang. Jadi tempat longsor itu tidak ada penahan dari ranting, akar, dan lainnya sehingga kecepatan air tinggi. di Sukolilo terutama,” kata Sukarno, Sabtu (14/11/2020).

Aktivitas tersebut tentunya mengurangi presentasi bibit pohon untuk tumbuh.

“Di Sumbersari, ada 31 ribu (bibit pohon) yang hidup paling banter 10 persen,” katanya.

Baca juga: Merapi Siaga, BPBD Jateng Siapkan Sejumlah Langkah Antisipasi

Sukarno menyadari area yang ditanami pohon penahan air memang menjadi kurang produktif. Kendati demikian, ia berharap agar masyarakat juga sadar akan imbas gundulnya hutan.

“Kami sudah siapkan pohon aren, mahoni yang mampu menahan air. Memang tidak produktif ketimbang jika digunakan untuk lahan pertanian masyarakat,” ungkap Sukarno.

Baca juga: Kurangi Risiko Dampak Banjir, BPBD Inovasi Alat Deteksi Ekonomis

Terkait dengan infrastruktur penangkal banjir seperti gorong-gorong dan tandon air atau waduk, BPBD secara berkala telah memetakan area rawan banjir. Peta tersebut kemudian diserahkan ke OPD terkait untuk ditindaklanjuti.

“Kita hanya ada program penahan erosi. Untuk pemetaan mana yang bisa dibangun infrastruktur kami sampaikan ke dinas ke DPU,” pungkasnya.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait