oleh

Aksi Tolak Rizieq Shihab di Rembang Tak Berlangsung Lama di Tengah Pandemi

Rembang, Mitrapost.com – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Sedulur Masyarakat Rembang melakukan aksi di Alun-Alun Rembang pada Sabtu (5/12/2020). Aksi yang berlangsung pada pukul 10.30 WIB ini merupakan pernyataan sikap penolakan Rizieq Shihab yang dinilai membawa radikalisme.

Dalam aksi yang berlangsung pada siang hari tersebut terbilang singkat. Pasalnya orasi yang dilakukan hanya berjalan kurang lebih 8 menit. Hal ini karena ada teguran dari pihak kepolisian Rembang, mengingat dikhawatirkan munculnya klaster massa aksi.

Baca juga: Dinilai Radikal, Warga Rembang Tolak Kedatangan Rizieq Shihab

Setelah menyampaikan aspirasi, Kelik Budi Antara selaku Kabag Ops Polres Rembang mengimbau massa untuk membubarkan diri.

“Saya kira, tuntutan dari warga rembang sudah kami dengar. Tapi sebagai aparat di saat pandemi kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak ada kerumunan lagi ya. Sehingga kita himbau segera membubarkan diri,” ujarnya kepada massa aksi, Sabtu (5/12/2020).

Langkah ini Budi ambil lantaran angka kasus Covid-19 di Rembang dinilai cukup tinggi. Budi juga meminta masyarakat yang terlibat aksi untuk tak lagi menggelar kegiatan yang berpotensi adanya kerumunan.

Baca juga: 5 Kecamatan di Rembang Peroleh Penghargaan

“Tapi kalau ini kita imbau untuk bubar, yang penting aspirasi mereka sudah didengar. Jadi gak usah lama-lama.  Kita juga memberi kesempatan tapi jangan sampai ada kerumunan yang banyak orang, lama dan sebagainya,” ujar Budi.

Sekadar informasi, update terbaru kasus covid-19 di Rembang terjadi penambahan sebanyak 36 kasus baru yang terkonfirmasi dan 2 kasus meninggal.  Sedangkan sebanyak 14 orang dinyatakan sembuh dan 20 orang menjalani perawatan. Data ini berdasarkan rilis resmi akun instagram @rembangkab terakhir pada 3 Desember lalu. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait