oleh

Puluhan Hektar Sawah di Pati Bakal Mendapat Klaim dari Asuransi Pertanian

Pati, Mitrapost.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Pati mengatakan petani di Kecamatan Pati dan Gabus telah mengajukan klaim lewat Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), lantaran padi yang baru ditanam terendam banjir akibat hujan yang terus menerus.

Rukisih, Selaku Seksi Agribisnis Dispertan Pati mengungkapkan, PT Jasindo selaku yang memfasilitasi program ini telah menyetujui permohonan dari kelompok petani di kecamatan terkait.

Baca juga: Video : 223 Sekolah Tingkat Menengah di Pati Dapat Bantuan Pendidikan dari Baznas

“Yang Sudah mengajukan klime disetujui, Pati  10,17 hektar dan Gabus Wuwur  11,49 hektar. Sudah diajukan dan disetujui Jasindo,” katanya saat ditemui Mitrapost.com di kantor Dispertan Pati, Rabu (23/12/2020).

Lanjut Rukisih, para pemohon rencananya akan mendapatkan uang klime senilai Rp6 juta per hektarnya. Untuk ketentuan lebih lanjut atau nilai klime yang didapatkan per petani akan dievaluasi oleh PT Jasindo sendiri.

Baca juga: Asuransi Pertanian Baru Mengcover 4 Kecamatan di Pati

Rukisih menegaskan klaim ini bukan bantuan, namun sebuah jaminan yang diperuntukkan bagi petani yang ikut asuransi dan tidak dibagi secara merata.

“Jadi kalau yang kena bencana dan tidak ikut AUTP ya tidak ikut seperti, Kayen, Jaken, dan Winong meski terendam banjir ya tidak dapat,” tegas Rukisih.

Baca juga: Kabupaten Pati Sumbang Atlet di PON Papua 2020

Kriteria lahan sawah yang bisa diajukan juga melalui seleksi yang ketat dari Jasindo. “Kalau banjir kan di lihat dulu, nanti Jasindo verifikasi tinggal fuso atau tidak. Kalau banjir surut dan kira-kira bisa tumbuh lagi ya tidak bisa dapat. Kalau yang mati tes baru bisa,” imbuhnya.

Rukisih mengaku Program AUTP tahun ini memang sedang digalakkan oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Pati untuk memberikan perlindungan khususnya kepada petani yang memiliki tanaman padi.

Mengingat usaha tani padi di Pati memiliki risiko gagal tanam dan panen cukup tinggi, baik disebabkan oleh serangan hama penyakit maupun akibat perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Komentar

Berita Terkait