oleh

Tren Zakat Meningkat, Tahun Depan Baznas Pati Sasar Perangkat Desa

Pati, Mitrapost.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati menyebutkan, pandemi Covid-19 tak berpengaruh signifikan terhadap kuantitas nilai zakat. Diketahui uang yang terkumpul  jumlahnya meningkat.

Hal ini dibuktikan dengan tren zakat di tahun 2020 meningkat. Adanya pandemi Covid-19 malah melahirkan muzakki baru. Banyak pihak yang belum pernah membayar zakat malah terdorong melakukannya di masa pandemi.

Baca juga: Video : 223 Sekolah Tingkat Menengah di Pati Dapat Bantuan Pendidikan dari Baznas

Imam Zarkasi selaku Ketua Baznas Pati mengungkapkan, hingga akhir bulan dalam satu tahun Baznas Pati mampu menghimpun zakat dan infaq mendekati nilai Rp5 miliar. Padahal di tahun 2019 pihaknya hanya mampu mengumpulkan Rp2,6 miliar. Dana ini dikumpulkan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak perorangan.

Namun infaq diketahui jumlahnya lebih kecil dari pada zakat. Hal ini disebabkan karena kesadaran para penginfaq meningkat untuk mengutamakan zakat-nya dibandingkan berinfaq. Dalam agama islam, zakat hukumnya wajib dan infaq hukumnya sunnah (pilihan).

Baca juga: Bekerjasama dengan Baznas, GNOTA Santuni Ratusan Siswa

“Tapi infaq tahun ini hanya Rp900 juta, trennya memang menurun, karena mereka mengutamakan zakat. Tapi saya kira tidak terlalu turun karena tahun kemarin tidak zakat,” katanya.

Sesuai ketentuan, tahun ini Baznas Pati telah menyalurkan 80 persen dana yang terkumpul ke dalam 5 pilar program Baznas di antaranya Pati Makmur, Pati Cerdas, Pati Peduli, Pati Sehat, dan Pati Taqwa. Sedangkan 20 persen lainnya akan disalurkan tahun depan.

Baca juga: Pjs Bupati Rembang Berharap Partisipasi Warga di Baznas Meningkat

Imam mengakui, pengumpulan zakat Baznas saat ini baru maksimal di kalangan ASN saja, namun tahun depan Baznas Pati berencana akan memperluas jaringan zakat hingga lini desa. Sementara strategi yang digunakan, pihaknya akan menjaring perangkat desa sehingga bisa dicontoh dan mensosialisasikan pentingnya zakat kepada masyarakat.

“Memang kami akan bentuk di kecamatan UPZ unit pengumpul zakat. Kecamatan itu karena nampaknya perangkat desa ada tunjangan. Itu nanti kecamatan kita bentuk membawahi desa supaya bisa masuk ke masyarakat,” pungkasnya.(*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Komentar

Berita Terkait