oleh

Merapi di Fase Erupsi Efusif, Pengungsi di Sleman Akan Dipulangkan

Sleman, Mitrapost.com Warga Padukuhan Kalitengah Lor akan dipulangkan pada 26 Januari mendatang lantaran aktivitas Gunung Merapi semakin meningkat.

Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) per 18 Januari 2021.

“Warga asal Padukuhan Kalitengah Lor yang saat ini berada di pengungsian Glagaharjo, dapat dipulangkan ke daerah asal beserta ternak yang berada di barak ternak darurat Glagaharjo setelah selesainya masa Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) tanggal 26 Januari 2021 dengan tetap meningkatkan kewaspadaan. Bila terjadi kondisi krisis Merapi setiap saat, dapat diungsikan kembali,” kata Harda Sekda Pemerintah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Status Tanggap Darurat Gunung Merapi Diperpanjang Hingga Februari

Meskipun warga dipulangkan, Harda meminta warga tetap waspada. Sebab berdasarkan rekomendasi BPPTKG aktivitas Gunung Merapi masih tinggi berupa erupsi efusif.

“Status aktivitas Merapi ditetapkan dalam tingkat Siaga (Level III) dan bila diperlukan pengungsian warga di luar rekomendasi dapat dilakukan dan difasilitasi kebutuhan dasarnya,” sebutnya.

Saat ini, potensi bahaya Gunung Merapi berubah ke arah selatan-barat daya yaitu ke hulu Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng dan Kali Putih paling jauh 5 kilometer, serta lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

“Bulan Januari-Februari 2021 masa musim hujan diantisipasi terjadinya ancaman bencana sekunder Merapi berupa banjir lahar hujan sungai yang berhulu di Merapi,” pesannya.

Baca juga: Volume Kubah Lava Gunung Merapi Semakin Meningkat

Pihaknya juga memberi rekomendasi agar penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) lll untuk dihentikan. Kemudian untuk kawasan wisata tetap dibuka secara terbatas, kecuali Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo dan Wisata Religi Turgo.

“Kepala Perangkat Daerah yang terkait dengan penanggulangan bencana Merapi menyiagakan personel dan peralatan untuk respon cepat. Kapanewon untuk mengaktivasi posko lapangan dan memobilisasi relawan di wilayah masing-masing,” katanya.

“Kalurahan untuk mengaktivasi Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana dan memobilisasi relawan di wilayah masing-masing. Tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan COVID-19,” pungkasnya. (fp)

Baca juga: Hujan Abu di Boyolali, Diduga dari Luncuran Awan Panas Merapi

 

Artikel ini telah tayang di Detik.com dengan judul ‘Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Segera Dipulangkan ke Rumah.’

Komentar

Berita Terkait