oleh

Hambat Perburukan Fisik Pasien Covid-19, RSUD Moewardi Teliti Sel Punca

Surakarta, Mitrapost.com Angka Covid-19 di Indonesi sudah tembus lebih dari satu juta kasus. Oleh sebab itu untuk menghambat perburukan kondisi fisik penderita Covid-19, RSUD Dr Moewardi tengah melakukan penelitian sel punca atau stem cell sebagai terapi pembantu (adjuvant).

Direktur RSUD Dr Moewardi Cahyono Hadi menjelaskan, sel punca memiliki kemampuan berkembang biak dan berdiferensiasi menjadi sel yang spesifik pada tubuh manusia. Fungsi sel ini penting untuk membantu perkembangan, pertumbuhan dan perbaikan sel.

Sel punca juga memiliki efek parakrin, yaitu mengeluarkan cairan yang berisi growth factor dan beberapa kemokin serta exosome yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antifibrosis, imunomodulator, dan banyak fungsi yang lain.

“Dengan sifatnya ini, diharapkan mampu mencegah badai sitokin pada Covid-19, sehingga akan menghambat perburukan dan kematian dari pasien Covid-19 ini serta lama rawat inap menjadi lebih singkat,” jelas Hadi, Rabu (3/1/2021).

Baca juga: Selain Plasma Konvalesen, RSUD Moewardi Solo Kini Layani Donor Apheresis

Pihaknya menguraikan bahwa sel punca dapat berasal dari sumsum tulang, lemak, tali pusat, plasenta atau jaringan lain. Namun sel punca yang berasal dari tali pusat menjadi pilihan untuk pengobatan pasien yang terinfeksi virus corona.

Penelitian sel punca dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dan keamanan pemberian intravena alogenik sel punca mesenkimal normoksia berasal satu donor tali pusat (ASPMN-TP). Ini berfungsi sebagai terapi adjuvant pada pasien Covid-19 derajat berat, dengan jumlah sampel 42 pasien yang dibagi dalam tiga center.

Hadi menjelaskan, penelitian ini berjangka waktu satu tahun. Sumber dananya diperoleh dari Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kemenristek/BRIN.

“Penelitian ini merupakan suatu penelitian multicenter randomized- controlled, open-label trial yang dilakukan di tiga rumah sakit, yaitu RSUD Dr Moewardi, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, dan RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung,” ujarnya.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Tak Bisa Sembarang Donorkan Plasma, Ini Ketentuannya

Di RSUD Dr Moewardi, ada 40 dokter yang ikut serta dalam penelitian sel punca ini. Bertindak sebagai ketua penelitian adalah dokter Arief Nurudin.

“Riset ini sesuai dengan protokol dan peraturan yang berlaku yaitu sudah mendapatkan izin ethical clearance dari Komisi Etik Litbangkes, sebagai pemegang mandat untuk multicenter clinical trial dan izin PPUK dari BPOM. Sehingga penelitian ini resmi,” pungkas Hadi. (*)

Baca juga: Rembang Tak Lagi Melayani Donor Plasma Konvalesen

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait