oleh

Harga Gabah Kering Panen di Pati Masih Stabil di Pasaran

Pati, Mitrapost.com Harga gabah kering selama Januari dan Februari tahun 2021 terpantau masih stabil di Kabupaten Pati.

Menurut Rusmilah, Petugas Fungsional Analisis Pasar Hasil Pertanian (APHP) Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, sejauh ini hasil produksi gabah turun.

Hasil produksi gabah kering panen (GKP) menurun disebabkan sejumlah faktor, diantaranya bencana banjir, tingginya curah hujan, dan hama.

“Kalau harganya stabil. Hanya saja pada Desember sampai dengan Januari harga ecerannya melambung tinggi karena petani yang panen sedikit. Sehingga permintaan konsumen menurun,” jelas Rusmilah di Pati, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Produksi Gabah Kering Kabupaten Pati Diprediksi Meningkat Hingga 30 Ribu Ton

Saat ini harga gabah kering panen berkisar antara Rp3.800 sampai dengan Rp4.400 perkilo.

“Untuk padi yang hasilnya kering dipatok harga sekitar Rp4.200 sampai dengan Rp4.400 karena kualitasnya baik, dengan kadar air yang rendah di bawah 25-26%. Dengan butir gabah yang sudah berwarna kuning,” ungkapnya.

Sedangkan padi dengan harga di bawah Rp4.200 perkilo memiliki kualitas yang rendah, karena kadar airnya cukup tinggi. Kadar airnya mencapai 30-35%, banyak butir yang masih berwarna hijau. Hal ini disebabkan karena terendam banjir atau belum memasuki usia panen.

Baca juga: Perdana, Panen Benih Padi Hibrida Rakitan Anak Bangsa

Alasan petani memanen padi di bawah usia panen supaya menghindari bencana banjir yang datang. Hal ini dilakukan supaya mereka tidak mengalami kerugian. Pasalnya telah banyak sawah di Kabupaten Pati yang terendam banjir.

Dari data Dispertan, sebanyak 5.964 hektare sawah terendam banjir di wilayah Kabupaten Pati dan apabila dihitung kerugian petani padi mencapai Rp12.638.330.000. (*)

Baca juga: Terendam Banjir, Tanaman Padi Milik Petani Terancam Gagal Panen

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Komentar

Berita Terkait