oleh

Mengenal Hapkido, Cabang Olahraga Bela Diri dari Negeri K-Pop

Pati, Mitrapost.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pati, Winarto dikukuhkan sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Hapkido Indonesia Kabupaten Pati Masa Bakti 2020-2024 pada Rabu (3/2/2021) kemarin.

Prosesi pengukuhan yang dilakukan di Pendopo Kabupaten Pati itu dipimpin oleh Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Hapkido Indonesia Jawa Tengah, Karl Anggara.

Karl Anggara menjelaskan, Hapkido merupakan cabang olahraga bela diri yang tergolong baru di Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri baru ada 20 organisasi cabang Hapkido. Seperti taekwondo, bela diri ini berasal dari negeri K-Pop, Korea.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah Cabang Olahraga Baru, Pati Targetkan Sabet 3 Emas di Porprov

“Bela diri ini berasal dari Korea dan mulai berkembang di Indonesia sejak 2014. Saat ini sudah berkembang di 30 provinsi di Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri, sampai hari ini sudah ada 20 kabupaten/kota yang membentuk kepengurusan,” tuturnya.

Anggara menyebut, bela diri Hapkido banyak bermain di teknik jarak dekat, antara lain meliputi tendangan, pukulan, dan kuncian. Hapkido bergerak berdasarkan prinsip lingkaran yang memanfaatkan kekuatan lawan. Teknik-teknik dalam Hapkido antara lain meliputi pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, serta latihan senjata.

Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 nanti, cabor bela diri Hapkido rencananya akan dipertandingkan sebagai laga ekshibisi atau tidak dihitung poinnya dalam klasemen peraihan medali. Beberapa atlet dari Jawa Tengah juga akan ambil bagian dalam ajang ini.

Baca juga: Kabupaten Pati Resmi Jadi Tuan Rumah Porprov 2022, Ini Bocorannya

Sedangkan, di ajang Porprov 2022 dan PON selanjutnya, ia berharap perolehan medali di cabor ini dihitung dalam klasemen.

“Adapun untuk Porprov 2022, kami akan berjuang untuk dimainkan tanpa ekshibisi. Kami akan segera bereskan administrasi di KONI,” kata Anggara.

Meskipun cabor bela diri ini masih baru, tetapi sudah ada Kejuaraan Nasional (Kerjurnas) Hapkido. Sementara itu, pihaknya sudah berkontribusi di Kejurnas Hapkido mulai tahun 2016 hingga 2020 lalu.

“Dalam keempat kejuaraan itu, Jawa Tengah tidak pernah lepas dari 10 besar. Pada 2019 kami peringkat keempat, 2020 ada kejuaraan online kami peringkat 2 secara nasional,” tutur dia.

Ia menilai Kabupaten Pati memiliki potensi besar di cabang bela diri ini. Ia melihat semua pihak mendukung, selain itu atlet-atletnya juga sudah mulai melakukan latihan bersama. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Berita Terkait