oleh

Rumah Isolasi Asrama Haji Manyaran Akan Ditutup

Semarang, Mitrapost.com Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Semarang akan menutup rumah isolasi Asrama Haji Manyaran atau Islamic Center. Hal itu mengingat tren penyebaran Covid-19 berangsur menurun.

“Maret ini sudah kita selesaikan, karena sesuai kontrak memang sudah berakhir bulan ini. Selain itu jumlah penderita Covid 19 juga turun,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada Kamis lalu.

BPKAD Pati

Hendi menjelaskan setelah penutupan Islamic Center, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang akan fokus untuk penanganan pasien di Rumah Dinas Walikota. Sebab per hari Kamis (18/3/2021) jumlah penderita yang dirawat di Asmara Haji Manyaran hanya 8 orang.

Baca juga: Pemkot Semarang Jadikan Asrama Haji Manyaran Tempat Karantina Pasien COVID-19

Meski jumlah penderita Covid 19 menurun, pihaknya tetap meminta kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Karena meskipun sudah dilakukan vaksinasi masyarakat bisa terpapar Covid 19, jika tanpa dibarengi protokol kesehatan yang ketat.

Alhamdulillah kasusnya menurun, angka kematian menurun, penderita Covid nya hari ini Di Semarang juga menurun. Target kita minggu depan bisa kepala dua. Perlu dukungan semua masyarakat terutama mengingatkan mereka bahwa pandemi ini belum berakhir,” imbuhnya.

Baca juga: Masa Kontrak Habis, Hotel Kencana Pati Tak Lagi Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan saat ini pasien yang sedang menjalani isolasi di Asmara Haji hanya tersisa 8 orang. Sesuai MoU dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Semarang, kontrak hanya dilakukan selama tiga bulan, yakni Januari, Febuari hingga Maret.

“Tinggal 8 orang, nanti akhir Maret kita tutup. Kita memang kontaknya tiga bulan, seandainya minggu ini sudah sembuh semua, nutupnya tidak perlu sampai akhir Maret,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru kasus Covid-19 di Kota Semarang pada Senin (22/3/2021) terdapat kasus terkonfirmasi sebanyak 286 orang, dengan rincian warga Kota Semarang sebanyak 213 orang dan warga luar Kota Semarang 73 orang. Kemudian 23 kasus probable dan 107 kasus suspek. (*)

Baca juga: Sejumlah Syarat Pelaksanaan Uji Coba PTM dari Disdik Jateng

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait