oleh

Video : Pesticof, Pestisida Alami Ramah Lingkungan

Pati, Mitrapost.com – Pestisida sudah menjadi obat pertanian yang sangat diandalkan oleh para petani. Namun, bila digunakan berkali-kali obat pengusir hama yang berbahan kimia ini akan membuat kualitas tanah menurun bahkan rusak.

Hal inilah yang menjadi kegelisahan beberapa kalangan. Tak terkecuali SMK Cordova, Margoyoso, Pati. Maka dari itu, dua siswa SMK ini mencoba bereksperimen dengan membuat pestisida yang lebih ramah lingkungan.

Memanfaatkan bahan dari alam, Indah Maulidina Trestiani dan Abdul Aziz menciptakan pestisida yang ramah lingkungan serta efektif mengusir hama.

Mereka menggunakan rimpang dringo, lidah buaya (Aloe vera), minyak goreng bekas (jelantah) serta tesopon untuk membuat pestisida yang dinamakan Pesticof.

“Jelantah bekas ini, dicampur dengan ekstrak tanaman dringo (sejenis rumput) agar menjadi pestisida,” ujar Indah Maulida saat ditemui Mitrapost.com di Bappeda, belum lama ini.

Ia menjelaskan, rimpang dringo memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan asaron. Kandungan itu yang dapat digunakan sebagai insektisida.

“Sedangkan jelantah sendiri sebagai perekat untuk menyatukan kandungan tersebut. Kami memilih jelantah lantaran daripada terbuang sia-sia. Selain itu, menjadi limbah alangkah lebih baik jika bisa diolah,” terangnya.

Ia menuturkan pembuatan Pesticof ini, awalnya pembuatan dimulai dari ekstra kental dringo. Caranya, di-sortasi basah, kemudian dikeringkan dengan suhu 60 derajat celcius dan di-maserasi dengan etanol 70 persen selama 24 jam. “Hasilnya, ditempatkan di dalam botol kedap cahaya,” katanya.

Setelah 24 jam, lanjutnya, ekstra kental dringo ini disaring untuk mendapatkan filtratnya. Setelah itu, filtrat diuapkan dengan suhu 60 derajat celcius hingga menghasilkan ekstrak kental dringo itu.

Tentang Penulis: Redaksi Video

Gambar Gravatar
Tim Redaksi Khusus Video dan Konten

Komentar

Berita Terkait