oleh

Kemitraan Kurangi Kuota Serapan Panen Tembakau, Ini Penyebabnya

Pati, Mitrapost.com – Kabupaten Pati tahun ini tak lakukan ekstensifikasi (perluasan areal pertanian) tembakau lantaran PT Sadhana Arif Nusa, perusahaan kemitraan Pemerintah Kabupaten Pati mengurangi kuota serapan dan pembelian tembakau dari petani Pati.

Hal ini diungkapkan oleh Tri Yulianto selaku Kepala Seksi (Kasi) Tanaman Semusim Bidang Perkebunan Dispertan.

“Untuk kemitraan Tahun 2020 di Kabupaten Pati itu ada 260 hektare (lahan tembakau) di 2021 kita untuk ekstensifikasi ga ada karena ada pengurangan kuota dari PT Sadhana. Boleh dikatakan kalau tahun ini luas total kemitraan sama dengan yang tahun 2020,” kata Tri saat diwawancara Mitrapost.com di kantornya, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Video : Dispertan Pati Pastikan Penjualan Tembakau Berjalan Baik

Tri menambahkan alasan Pihak kemitraan menurunkan kuota serapannya disebabkan beberapa hal. Diantaranya, sebagian Gudang milik PT Sadhana Arif Nusa di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur telah ditutup karena pendapatannya menurun setelah terjadi kenaikan cukai beberapa waktu yang lalu.

Ditambah kualitas tembakau dari petani Pati tahun ini juga diketahui menurun lantaran menyimpan kandungan air yang akibat curah hujan di awal tahun lalu.

Seiring dengan turunnya kualitas tembakau harga pasaran juga anjlok. Tri mengaku kondisi ini menyebabkan banyak tembakau dari petani Pati yang ditolak oleh PT Sadhana Arif Nusa.

Baca juga: DPRD Dukung Langkah Dispertan Tingkatkan Produktivitas Petani Tembakau

“Juga mempengaruhi kualitas tembakau adanya curah hujan tinggi. Harga tembakau jadi kurang stabil dan tidak menentu, juga mempengaruhi produksi. Banyak tembakau yang dikembalikan karena tidak sesuai SOP dari kemitraan,” terang Tri.

“Kalau standar dari kemitraan, tembakau tidak bokeh hitam atau hijau, tidak boleh berjamur, rajangan atau hasil panen juga tidak boleh dicampur dengan bagian tembakau non spesifikasi mitra,” imbuh Tri.

Dispertan Pati memantau, bulan ini para petani telah melakukan tanam tembakau. Diperkirakan pada bulan Juni hingga Juli tembakau sudah dapat dipanen. Ia berharap kualitas tambakau pada panenan selanjutnya lebih baik sehingga tahun depan bisa dilakukan ekstensifikasi.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Moh. Anwar

Gambar Gravatar
Wartawan Area Kabupaten Pati

Komentar

Berita Terkait