oleh

Imbas Refocusing, Anggaran Belanja DKP Pati Terpotong Rp3,5 Miliar

Pati, Mitrapost.com Seperti tahun 2020 lalu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pati pada tahun 2021 ini juga mengalami refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Pati mengalami pemotongan anggaran yang nantinya diperuntukkan untuk penanganan pagebluk Covid-19 di Bumi Mina Tani.

Tak terkecuali Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Pati. Dinas yang menangani sektor perikanan dan kelautan ini juga mengalami pemangkasan anggaran belanja di tahun 2021 ini.

Kepala DKP Kabupaten Pati Edy Martanto mengungkapkan anggaran belanja di dinasnya mengalami pemotongan Rp3,5 miliar pada tahun anggaran 2021 ini. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di DKP Kabupaten Pati sendiri pada tahun 2021 ini berjumlah sekitar Rp17 miliar.

Baca juga: Kontroversi Penggunaan Bobo, Dinas Kelautan Gagas Alternatif Lain

Pemotongan anggaran ini membuat pihaknya terpaksa melakukan pengiritan anggaran di berbagai bidang. Pihaknya mau tak mau memotong bahkan membatalkan anggaran untuk belanja pegawai.

“Kami terkena refocusing Rp3,5 miliar. Kegiatan-kegiatan rutin, pakaian dinas sekarang ndak boleh, nggak boleh beli alat-alat seperti komputer, motor, baju (pakaian dinas), ndak boleh (tahun ini). Belanja pegawai (terkena refocusing),” ujar Edy saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/4/2021) lalu.

Meskipun memotong anggaran, ia meyakini refocusing ini tidak mempengaruhi kinerja dinasnya.

“Kinerja ndak mempengaruhi sih. Yang dipotong kan hanya belanja pegawai. Kalau baju kan tahun kemarin bisa dipakai. Memang yang dipotong itu belanja pegawai, BBM juga dipotong semuanya, kertas semua, ya ndak papa,” tuturnya.

Baca juga: Masuk Tiga Besar Se-Indonesia, Nelayan Pati Tangkap 50 Ribu Ton per Tahun

Selain memotong anggaran belanja, refocusing ini juga membuat pekerjaannya bertambah. Pihaknya harus menyusun anggaran 2021 kembali setelah pada akhir tahun 2020 lalu.

Refocusing jadinya nyusun lagi. Otomatis DIPA kita harus kita perbaiki. Contohnya gini anggaran untuk pembelian peralatan sudah kita hitung, harus kita rubah lagi mas. Ini dipotongi-dipotingi,” kata Edy.

Ia pun berharap APBD pada tahun 2022 mendatang tidak mengalami refocusing agar program-program yang tertunda dapat dijalankan kembali. “Harapannya tahun kedepan ndak ada refocusing,” harapnya. (*)

Baca juga: Fasilitasi Nelayan, Dinas PUTR Pati Bangun Tambatan Kapal di Juwana

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Komentar

Berita Terkait