oleh

Perhutani Rembang Sebut Lahan Agroforestry Tak Boleh Disewakan

Rembang, Mitrapost.com Pihak Perhutani Rembang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kebon, menyosialisasikan pengalihan penggarap lahan agroforestry, Sabtu (3/4/2021).

Kasi Kelola SDH, Sulhadiyanto mengatakan bahwa pengarapan lahan agroforestry tidak diperbolehkan untuk dialihkan ke penggarap lain. Lebih lanjut tanaman agroforestry tahun 2021 ini, lahan yang dikelola oleh LMDH Wono Kencoco dapat bersinergi dengan pihak BKPH dan petugas penanganan Agro.

“Agar nantinya pada saat panen tanaman pokok juga hidup dan tanaman agroforestryi-nya juga dapat dicatat oleh para mandor pendamping untuk besaran beratnya. Hasil tanaman Agro nantinya akan menjadi sumber pendapatan Perhutani di dalam kawasan hutan,” jelas Sulhadiyanto.

Sedangkan Ketua LMDH Wono Kencono Jasmin menyampaikan bahwa pihaknya juga akan menjadi pendamping penggarapan lahan supaya penggarap juga dekat dengan LMDH dan nantinya semua lahan di pangkuan desa Kadiwono digarap oleh masyarakat Kadiwono.

Baca juga: Penebang Liar di Wilayah Perhutani Tirtomoyo, Empat Pelaku Digeret Polisi

Ia juga menegaskan bahwa lahan yang ada tidak dapat disewakan. “Nantinya Tidak boleh ada yang disewakan atau bahkan digarap oleh orang lain.”

Di sisi lain, Pihak LSM tajam berharap pihak LMDH mampu memaksimalkan potensi yang ada. Sehingga sejumlah selain kayu, potensi Kadiwono juga merambah ke yang lainnya.

Turut hadir dalalm forum tersebut adalah Kepala Sub Seksi (KSS) Tanaman dan Perhutanan Sosial Arif Yudiarko, Asisten Perhutani (Asper) Kebon Hari Juli Prihartanto. Sedang dari pihak masyarakat hadir juga ketua LMDH Wono Kencono Desa Kadiwono dan LSM Aliansi Tajam Pendamping Perhutani Zulfa Wafda. (*)

Baca juga: Ratusan Keping Uang Kuno Ditemukan di Jepara

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

Tentang Penulis: Aziz Afifi

Gambar Gravatar
Wartawan Mitrapost.com Area Rembang dan Blora

Komentar

Berita Terkait