Mitrapost.com – Nabi Muhammad adalah panutan bagi umatnya. Ia merupakan uswah hasanah dan sebaik-baik teladan. Termasuk sifatnya yang memiliki perhatian kepada keluarga, sahabat, dan umatnya.
Salah satu sifat perhatian Rasulullah adalah yang dicontohkan adalah ketika ada orang yang tengah mengalami sakit ia tak segan menjenguk hingga menghiburnya.
Melansir laman NU Online, berikut ini adalah sikap Nabi Muhammad saat mengetahui sahabatnya sakit:
Menjenguk
Menjenguk saudara yang sedang sakit merupakan sebuah penghiburan tersendiri. Rasul selalu meluangkan waktu menjenguk sahabat pun kerabatnya meski dalam keadaan sibuk sekalipun.
Menjenguk orang yang sakit merupakan salah satu hak yang harus ditunaikan oleh seorang muslim kepada muslim lainnya.
Baca juga: Doa yang Diajarkan Rasul Saat Menjenguk Orang Sakit
Memberikan kabar gembira
Dalam sebuah hadis mencetitakan bahwa saat Nabi mengunjungi Ummul Ala atau Ummu Kharijah binti Zaid bin Tsabit, Nabi mengatakan bahwa orang yang sakit akan mendapatkan pahala atas penyakit yang menimpanya dan akan dihapus dosa-dosanya.
Mendoakan
Saat menjenguk orang sakit, Nabi Muhammad selalu berdoa agar Allah memberikan kesembuhan. Kadang Nabi juga berdoa dengan memintakan pengampunan dosa serta perlindungan bagi mereka yang tengah sakit.
Imam Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menyebutkan ada sebuah doa kesembuhan yang dibaca Rasul untuk keluarganya yang mengalami sakit.
للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.
Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”
Baca juga: Ajaran Imam Annawawi Saat Mengalami Sakit Ringan
Meringankan beban
Tentu saja saat menjenguk orang sakit kita tidak boleh sampai merepotkannya yang tengah bersusah. Justru sebagai muslim hendaknya meringankan bebanya. Seperti yang dilakukan Rasul, dengan meminta sahabat perempuannya Rufaidah untuk mengobati Sa’ad bin Muadz yang pada waktu itu terkena anak panah saat Perang Khandaq.
Kalau dikorelasikan dengan kondisi sekarang, meringankan beban itu bisa berarti apa saja. Fenomena sosial sekarang ini ketika menjenguk orang sakit adalah dengan membawakan buah tangan atau membantu meringankan beban biaya perawatan yang dilakukan dengan iuran. (*)
Baca juga: Rekomendasi Makanan saat kamu sedang Sakit
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Ulfa PS
Redaksi Mitrapost.com






