oleh

Mudik Dilarang, Agen Tiket Bus Terminal Lasem Ketar-Ketir

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Rembang, Mitrapost.com – Larangan mudik lebaran tahun 2021 ini diakui berdampak pada penurunan penjualan tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) di berbagai daerah. Sepinya penjualan tiket bus juga turut dirasakan oleh para agen tiket bus di Terminal Lasem, Kecamatan Lasem, yang notabene merupakan salah satu terminal teramai dan tersibuk di Kabupaten Rembang.

Sakroni (43), agen tiket untuk PO. Sudiro Tunggal Jaya mengungkapkan, penjualan tiketnya saat-saat ini mulai turun drastis. Ia mengaku, pada hari-hari biasa dirinya bisa menjual 10 hingga 20-an tiket per hari. Angka tersebut kemudian menurun sejak pandemi Covid-19 merebak di Indonesia. Terlebih pada tahun sebelumnya pemerintah juga menerapkan larangan mudik lebaran.

Sakroni menambahkan, kendati larangan mudik baru akan diberlakukan pada 6 Mei 2021 mendatang, namun sepinya penjualan tiket bus sudah ia rasakan sejak beberapa hari terakhir ini. Yakni setelah diterapkannya aturan pengetatan sejak 22 April 2021 lalu.

Baca Juga :   NU Care Lazisnu Lasem Beri Bantuan Kurban ke Pengungsi Palestina

Baca juga: Video : Jual Miras di Bulan Ramadan, Warkop di Rembang Digrebek Polisi

“Ini (larangan mudik) belum berlaku saja sehari cuma bisa jual 3 tiket, 4 tiket, malah kadang nggak sama sekali. Nggak tahu nanti tanggal 6-17 (Mei ini),” ungkapnya.

Atas hal tersebut, Sakroni mengeluhkan tidak adanya solusi yang bijak dari pemerintah. Ia berpendapat, harusnya mudik tetap diperbolehkan sepanjang pihak bus dan penumpang sama-sama sepakat untuk memperhatikan betul protokol kesehatan.

“Pemerintah harusnya ada solusi. Misalnya kita (pihak bus) dan penumpang harus rapid test dulu tetap siap-siap saja,” ujarnya.

Tak jauh berbeda dengan Sakroni, hal serupa pun turut dirasakan oleh Karti (48), seorang agen bus dari PO. New Shantika. Ia mengatakan, hari-hari ini penjualan tiket busnya benar-benar sepi. Dari yang bisa menjual 15 hingga 50-an tiket per hari, untuk saat-saat ini dalam sehari ia mengaku hanya bisa menjual antara 4 hingga 5 tiket saja.

Baca Juga :   Barisan Kyai Santri Rembang Doakan Harno-Bayu Sukses di Pilkada

Baca juga: Hasil Pilkades Pati 2021 se-Kecamatan Gabus

“Baru aturan pengetatan saja sudah drastis, Mas (turunnya), apalagi kalau nanti sudah benar-benar mudik ditiadakan. Ya rekasa (susah),” tuturnya kepada Mitrapost.com, Selasa (27/4/2021).

Untuk wilayah Kabupaten Rembang sendiri, Polres Rembang akan membuat pos pantau di 4 titik perbatasan. Antara lain di Sarang (perbatasan Rembang-Tuban), Kaliori (Rembang-Pati), Sale dan Bulu (Rembang-Blora-Bojonegoro). Hal tersebut sebagaimana dikonfirmasi oleh Iptu Mujib selaku Humas Polres Rembang.

“Tindakan ini (operasi Ketupat Candi) adalah upaya menekan penularan Covid-19 di Jawa Tengah,” tegasnya. (*)

Baca juga: 

Baca Juga :   Penajaman RPJMD Prioritaskan Smart City

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar